Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Jembatan Gantung Darurat di Pringsewu Diresmikan

Jembatan Gantung Darurat di Pringsewu Diresmikan

827
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM —  Jembatan gantung darurat yang dibangun Tim Vertical Rescue Indonesia Lampung, Satgas Pramuka Peduli, dan Taruna Siaga Bencana dalam agenda ‘Gerakan Ekspedisi 1000 Jembatan Gantung Lampung Untuk Indonesia’ dan didukung Penuh oleh Gubernur Ridho Ficardo selaku Kamabida Pramuka diresmikan penggunaannya oleh  Asisten III Pemprov Lampung Amartoni Ahadis, Kamis (26/10/2017),

Jambatan gantung ketiga ini  membentang di atas Sungai Way Sekampung dan menghubungkan Kecamatan Sukoharjo dengam Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

“Pak Gubernur Ridho berpesan, bahwa setelah jembatan diresmikan dan diserahkan kepada masyarakat, maka masyarakat bukan hanya berhak memanfaatkan jembatan tersebut, namun juga wajib memeliharanya,” kata Asisten III Ir. Amartoni Ahadis

Mewakilo Gubernur Ridho, Amartoni  menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan yang terlibat yang meninggalkan keluarga dan aktivitasnya untuk memberikan bantuan tenaga kepada masyrakat yang membutuhkan bantuan.

“Pak Ridho juga berpesan dan meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara jembatan gantung darurat sederhana tersebut serta mematuhi peringatan-peringatan yang ada. Jembatan Gantung Yogyakarta-Sukoharjo sepatutnya akan menjadi contoh dan standard bagi jembatan gantung selanjutnya baik dari sisi konstruksi maupun dari sisi sosial masyarakatnya (kearifan lokal) yaitu semangat gotong royong,” katanya.

Peresmian jembatan tersebut dihadiri oleh Ketua Kwarda Lampung Idrus Effendi, Waka VII Abdimasgana Kwarda Lampung yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, dan Ka.Mabicab sekaligus Bupati Pringsewu, Sujadi Saddat.

Jembatan gantung sepanjang 72 meter yang dibangun secara gotong royong antara VRI Lampung, Pramuka Peduli, dan masyarakat tersebut merupakan jembatan gantung ketiga yang berhasil dibangun, sebelumnya telah dibangun juga jembatan di Desa Jelujur dan di desa Bandar Dalam, Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Ketua Vertical Rescue Indonesia Lampung, Kariskun, pembangunan jembatan gantung tersebut berdasarkan permohonan masyarakat kedua desa yang ditujukan ke Kwarda Pramuka Lampung dan diteruskan ke VRI.

Jembatan dibutuhkan untuk menghubungkan akses darurat masyarakat, terkait Pertanian (akses ekonomi), anak sekolah (pendidikan), kesehatan, dan silaturahmi antar desa yang terputus krn faktor geografis. Sebelumnya warga menggunakan perahu untuk menyebrang.

Loading...