Beranda Ruwa Jurai Tanggamus Jembatan Gantung di Tanggamus Ambrol, Pelajar yang Hanyut di Sungai Semaka Belum...

Jembatan Gantung di Tanggamus Ambrol, Pelajar yang Hanyut di Sungai Semaka Belum Ditemukan

1094
BERBAGI

TERASALAMPUNG.COM — Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Provinsi Lampung bersama aparat Polres Tanggamus, Polsek Wonosobo, dan waga belum bisa menemukan Danang (16), pelajar yang hanyut di Sungai Way Semaka setelah jatuh dari  jembatan gantung Pekon Banjar Negara, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Minggu dini hari (12/11/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kami sudah mencari sejak Minggu pagi sampai petang dengan menyusuri sungai Way Semaka. Namun, sampai sampai sore kami belum menekukannya. Senin pagi (13/11/2017) kami akan melanjutkan pencarian. Kami akan terus mencari hingga seminggu sampai korban ditemukan,” kata Komandan Tim SAR BNPP Lampung, Adi Ayangsyah.

Sementara itu, Kapolsek Wonosobo Iptu Andre Try Putra, S.Ik mengungkapkan korban terperosok saat melintasi jembatan gantung tersebut dinihari tadi Minggu (12/11/17) sekitar pukul 03.00 WIB, usai menonton konser musik di Pringsewu.

“Danang merupakan pelajar beralamat di Pekon Sedayu.Kecamatan Semaka Tanggamus,” kata Kapolsek Wonosobo Iptu Andre Try Putra.

Menurut Iptu Andre, korban jatuh dari jembatan gantung dan hanyut di Sungai Way Semaka saat  bersama beberapa kawannya — M. Ridho Febrian, Reza, Yoga, Aldi Saputra, Bayu, dan Rapi — mengendarai 4 sepeda motor hendak melintasi jembatan.

“Danang berboncengan bersama M. Ridho Pebrian (15) mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih. Karena lampu utama sepeda motor korban dalam kondisi mati sehingga melintas lebih dulu diterangi rekan-rekan dari belakang,” kata Iptu Andre Try Putra.

Karena keadaan di sekitar jembatan gelap, keduanya pun tak bisa melihat bahwa jembatan yang dilaluinya pada bagian tengahnya ada banyak bilah papan kayunya yang ambrol karena terlepas. Bilah-bilah papan kayu yang ambrol jumlahnya lumayan banyak dan panjangnya mencapai sekitar tiga meter.

Karena tidak tahu bahwa bagian tengah jembatan itu tanpa ada papan yang bisa dilalui sepeda motor, Danang dan Ridho pun langsung tercebur ke sungai bersama sepeda motornya ketika melintasi bagian jembatan yang ambrol itu.

M. Ridho bisa menepi ke pinggir sedangkan Danang terbawa arus sungai dan rekan-rekan korban meminta tolong warga sekitar.

“Peristiwa ambrolnya alas jembatan yang terbuat dari kayu tersebut tidak ada yang mengetahui. Tetapi dugaan ambrol pada malam hari. Setelah menerima informasi petugas bersama warga sekitar telah melakukan upaya pencarian korban terbawa arus,” katanya.

M. Rido Pebrian menceritakan saat terperosok dia sempat menarik tangan Danang, tetapi terlepas.

“Saat menepi tangan Danang sudah saya pegang dan tarik ke tepi, namun sayang pegangan terlepas dari tangan saya,” katanya.

Ambrolnya jembatan gantung dan memakan korban itu menghebohkan medsos setelah seorang warnaget bernama Lilik Prastowo mengunggah foto jembatan gantung ambrol di akun Facebooknya.

Do dinding Facebook miliknya Lilik menulis:  “Bagi kawan2 yg mempunyai akses untuk ketim vertical rescue Lampung agar bisa segera berkoordinasi dikarenakan jembatan ini merupakan akses utama Kecamatan Wonosobo dan Semaka. Bukan hanya jalur perekonomian jalur ini juga merupakan jalur utama pendidikan menuju SMPN 2 Wonosobo hingga SMA Negeri 1 Kota Agung.”

Loading...