Jembatan Way Rarem Rusak, Jalinteng Lampura Terancam Terputus

  • Bagikan
Kondisi Jembatan Way Rarem di Desa Ajikagungan, Abungkunang, Lampung Utara saat ini. Jika tidak segera diperbaiki, jembatan terancam ambrol dan memutus Jalan Lintas Tengah Sumatera.
Kondisi Jembatan Way Rarem di Desa Ajikagungan, Abungkunang, Lampung Utara saat ini. Jika tidak segera diperbaiki, jembatan terancam ambrol dan memutus Jalan Lintas Tengah Sumatera.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Jalan Lintas Tengah Sumatera‎, tepatnya di Desa Ajikagungan, Abungkunang, Lampung Utara terancam terputus. Penyebabnya, jembatan Way Rarem yang menjadi penghubung jalan tersebut kondisi cukup mengkhawatirkan.

Pantauan di lokasi, di bagian tengah jembatan, terdapat dua lubang di bagian kanan dan kirinya. Satu lubang berukuran cukup besar dan satu lubang lainnya berukuran sedang. Besi – besi yang berada di balik aspal terlihat jelas. Kendaraan yang melintas dari dua arah terpaksa bergantian saat melintas di atas jembatan itu.

Menariknya, sama sekali tidak ada petugas yang berjaga – jaga di lokasi. ‎Padahal, kondisi itu jelas sangat membahayakan bagi para pengguna jalan khususnya kendaraan roda empat yang bermuatan berlebih.

Saat Teraslampung.com tiba di lokasi, terlihat dua pemuda sedang sibuk ‎mengambil sebuah besi untuk diletakkan di lubang yang berukuran sedang. Besi untuk ditujukan sebagai penanda bagi para pengendara untuk berhati – hati.

“Kondisi ini terjadi sejak dua mingguan ini dan sampai sekarang belum diperbaiki,” jelas Johansyah Mega usai meletakkan sebuah besi di salah satu lubang itu.

Menurut rekan Johansyah, ‎ia dan rekannya berinisiatif untuk meletakkan sebuah tanda itu supaya para pengendara tidak terperosok ke dalam lubang tersebut. Hal itu dikarenakan belum terdapat tanda apapun di lubang yang berukuran sedang tersebut.

“Kalau enggak dikasih seperti itu, takutnya terjadi kecelakaan,” kata dia.

Johansyah menyebutkan, kerusakan jembatan itu ‎tidak hanya terjadi di bagian kanan dan kirinya saja melainkan juga di bagian tengahnya. Untungnya, bagian tengah itu telah ditutupi dengan pelat besi. Namun, jika tidak segera dilakukan perbaikan, ia khawatir pelat besi itu juga tidak akan mampu menahan beban kendaraan yang melintas.

“Kalau tidak segera diambil tindakan, khawatirnya jembatan ini akan terputus,” jelas mantan Ketua Bawaslu Lampung Utara ini.

Sayangnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Syahrizal Adhar, saat dihubungi terkait permasalahan ini malah menolak panggilan masuk. Pelaksana Tugas ‎Kepala Bidang Bina Marga, Rio Alaska, juga belum berhasil dimintai tanggapan lantaran masih mengikuti rapat.

  • Bagikan