Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jembatan Way Semuli Rusak, Jalan Simpang Propau – Tatakarya Lampura Terputus

Jembatan Way Semuli Rusak, Jalan Simpang Propau – Tatakarya Lampura Terputus

66
BERBAGI
Jembatan Way Semuli di Jalan Simpang Propau - Tata Karya, tepatnya di Desa Sidomukti, Abung Timur, Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Derasnya air sungai membuat Jembatan Way Semuli di Jalan Simpang Propau – Tata Karya, tepatnya di Desa Sidomukti, Abung Timur, Lampung Utara terputus, Kamis (18/2/2021). Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa tidak dapat melintas di jalan itu.

‎”Informasi tentang putusnya Jalan Simpang Propau-‎Tatakarya itu saya dapat Kamis kemarin,” jelas Camat Abung Timur, Muad, Jumat (19/2/2201).

Menurut Muad, terputusnya jalan itu dikarenakan jembatan Way Semuli di Jalan ‎tersebut mengalami kerusakan. Akibat kerusakan itu, jalan dan jembatan terpisah sehingga menyebabkan lubang yang menganga.

“Jembatan itu sudah enggak bisa lagi dilewati oleh mobil,” jelasnya.

Selain jembatan yang terputus, ia juga melaporkan adanya kerusakan gorong – gorong di jalan yang sama. Gorong – gorong itu amblas sehingga mengancam keselamatan pengendara jika tidak hati – hati saat melintas.

‎”Kedua kerusakan itu sudah kami laporkan ke pemkab,” kata dia.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Lampung Utara, Rio Alaska memperkirakan kerusakan jembatan yang membuat jalan Simpang Propau-Tatakarya terputus itu dikarenakan faktor alam dan usia. Jembatan Way Semuli dengan panjang 12 meter dan tinggi 5 meter itu dibangun sekitar tahun 1981-an.

“Usia jembatan‎ dan ditambah dengan derasnya air hujan membuat pondasi jembatan mengalami kerusakan sehingga jembatan terpisah dengan jalan,” terangnya yang mengaku baru saja meninjau lokasi tersebut.

Berdasarkan hasil peninjauan mereka, jembatan tersebut sangat tidak aman untuk dilintasi oleh kendaraan roda empat. Mereka terpaksa menutup jalan itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, mereka juga ‎akan segera menyusun perencanaan perbaikan atau pembangunan jembatan di dinasnya, dan mengusulkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Diharapkan satu dari dua rencana tersebut dapat terealisasi pada tahun ini. Hal itu dikarenakan jalan itu merupakan jalan poros kabupaten yang sangat penting bagi perekonomian atau aktivitas warga.

“Selain meninjau jembatan itu, kami juga meninjau gorong – gorong yang amblas di sana. Perbaikan atau pembangunan jembatan itu akan dilakukan secepatnya jika kemampuan keuangan memungkinkan,” jelas dia.