Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jenazah tak Diautopsi, Polisi Terkendala Ungkap Penyebab Kematian Feby

Jenazah tak Diautopsi, Polisi Terkendala Ungkap Penyebab Kematian Feby

108
BERBAGI
Jenazah Feby, bocah 11 tahun yang ditemukan tewas di dalam sumur, dibawa pulang ke rumah duka di Desa Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara,Minggu siang (20/12).

Feaby Handana/Teraslampung.com

Kotabumi–Penyebab  kematian Feby, bocah kelas VI SD warga Desa Pungguk Lama, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara,  masih diselimuti misteri. Pihak Kepolisian terkendala mengungkap penyebab kematian korban yang ditemukan di dalam sumur itu karena pihak keluarga menolak jenazah Feby diautopsi.

“Kami belum dapat pastikan penyebab kematiannya (Feby,red) karena keluarga menolak otopsi,” kata Wakil Kapolres, Kompol. Welly Gunawan saat ditemui di RSUD Ryacudu, Kotabumi.

Kompol Welly mengaku, dirinya sudah berusaha keras menyusul ke RSUD untuk menyarankan pihak keluarga melakukan otopsi kepada jenazah Feby. Sayangnya, jenazah telah dibawa pihak keluarga pulang ke rumah duka.

“Saya sudah buru – buru ke sini dari rumah korban tapi ternyata sudah dibawa pulang. Kalau tahu seperti ini, saya tunggu di rumah duka saja tadi,” tuturnya.

Kendati pihak menolak jenazah untuk diautopsi  dan membuat proses penyelidikan terkendala, menurut Welly, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap tabir kematian bocah kelas VI SD itu.

“Pastinya, kami akan tetap menyelidiki kasus ini biar tuntas,” paparnya.

Di tempat yang sama, petugas medis RSUD Ryacudu, Kotabumi yang menolak disebutkan identitasnya mengatakan, hasil visum terhadap jenazah, terdapat luka di bagian kening dan memar pada kedua paha almarhumah. Diperkirakan almarhumah meninggal di bawah enam jam sebelum ditemukan.

“Kalau dari hasil visum tadi, ada sejumlah luka lebam di kening dan kedua paha almarhumah. Tapi, ini baru hasil visum bukan hasil otopsi. Karena untuk memastikan penyebab kematian, tentu harus lewat autopsi,” urainya.‎