Beranda News Internasional Jenderal Senior Iran Qasem Soleimani Tewas dalam Serangan AS

Jenderal Senior Iran Qasem Soleimani Tewas dalam Serangan AS

411
BERBAGI
Jenderal Soleimani dikenal sebagai tokoh kunci dalam pemerintah Iran. Foto: AFP
Jenderal Soleimani dikenal sebagai tokoh kunci dalam pemerintah Iran. Foto: AFP

TERASLAMPUNG.COM — Jenderal paling berpengaruh di Iran, Qasem Soleimani, yang juga komandan pasukan elite Quds dari Garda Revolusi, tewas di Baghdad, hari Jumat, 3 Januari 2020, dalam serangan udara Amerika Serikat.

Jenderal berusia 62 tahun ini tewas di bandar udara di Baghdad bersama sejumlah milisi dukungan Iran.

Departemen Pertahanan AS, Pentagon, menyebut Soleimani dibunuh “atas perintah Presiden Trump”.

Pembunuhan Jenderal Soleimani menandai peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Di bawah kepemimpinannya, Iran memperkuat kelompok Hizbullah di Lebanon dan kelompok-kelompok pro-Iran lain, memperbesar kehadiran militer Iran di Irak dan Suriah dan menjadi figur kunci dalam upaya Suriah menggempur kelompok-kelompok pemberontak.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan “akan ada serangan balasan terhadap penjahat” yang melakukan serangan.

Ia juga mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menyebut tindakan tersebut “sangat berbahaya dan eskalasi yang bodoh”.

Jenderal Soleimani dikenal sebagai tokoh kunci dalam pemerintah Iran.

Pasukan Quds yang dia pimpin melapor secara langsung kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan dia sendiri disanjung sebagai sosok pahlawan.

Namun, Amerika Serikat menggambarkan Jenderal Soleimani sebagai teroris yang bertanggung jawab atas tewasnya ratusan personel AS.

Presiden Donald Trump mencuitkan foto bendera AS setelah berita kematian Soleimani mengemuka.

Sementara itu, harga-harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% setelah serangan terjadi.

Apa yang terjadi?

“Atas perintah Presiden, militer AS telah mengambil aksi pertahanan yang menentukan demi melindungi para personel AS di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani,” papar pernyataan Pentagon.

“Serangan ini ditujukan untuk mencegah rencana serangan Iran di masa mendatang. Amerika Serikat akan melanjutkan menempuh semua aksi yang diperlukan guna melindungi rakyat kami dan kepentingan kami di mana pun mereka berada di dunia.”

Serangan terhadap Soleimani terjadi beberapa hari setelah sejumlah demonstran menyerang kedutaan besar AS di Baghdad dan sempat bentrok dengan tentara AS. Pentagon mengatakan Soleimani memberi persetujuan serangan terhadap kedutaan AS.

Garda Revolusi Iran mengatakan pemimpin milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, turut tewas dalam serangan AS. Mereka mengatakan serangan tersebut dilakoni helikopter-helikopter AS.

Siapa Qasem Soleimani?

Sejak 1998, Mayor Jenderal Qasem Soleimani memimpin Pasukan Quds Iran – kesatuan elite di dalam tubuh Garda Revolusi Iran yang bertugas menangani operasi rahasia di luar negeri.

Iran mengakui peran Pasukan Quds dalam rangkaian konflik di Suriah. Kesatuan itu bertugas memberi konsultasi kepada pasukan yang setia terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sekaligus mempersenjatai ribuan milisi Syiah di Suriah dan Irak.

Khusus di Irak, Pasukan Quds memberi sokongan kepada paramiliter Syiah yang membantu melawan ISIS.

Konflik-konflik ini menjadikan Soleimani semacam pesohor di Iran.

Pemerintahan Trump menuding Pasukan Quds adalah “mekanisme utama Iran untuk memanen dan mendukung” kelompok-kelompok yang dikategorikan AS sebagai kelompok teroris di Timur Tengah—termasuk Gerakan Hezbollah di Libanon dan Jihad Islam di Palestina.

Sokongan Pasukan Quds, menurut AS, diberikan dalam wujud penyediaan dana, pelatihan, persenjataan, dan peralatan militer.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menggolongkan Garda Revolusi Iran dan Pasukan Quds sebagai kelompok teroris asing pada April 2019 lalu.

BBC

Loading...