Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Jenuh di Pengungsian, Puluhan Warga Pulau Sebesi Pulang Kampung

Jenuh di Pengungsian, Puluhan Warga Pulau Sebesi Pulang Kampung

1374
BERBAGI
Warga Pulau Sebesi yang sempat mengungsi pasca-tsunami. hendak menyeberang dengan kapal ke rumahnya melalui Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, Sabtu petang, 5 Januari 2019.
Warga Pulau Sebesi yang sempat mengungsi pasca-tsunami. hendak menyeberang dengan kapal ke rumahnya melalui Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, Sabtu petang, 5 Januari 2019.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Warga Desa Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa yang sempat mengungsi ke daratan Kalianda pasca terjadinya gelombang tsunami Selat Sunda lantaran erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 22 Desember 2018, pada Sabtu petang,5 Januari 2019 mulai berangsur kembali ke tempat tinggalnya di Pulau. Mereka pulang kampung karena merasa jenuh di pengungsian.

Pantauan Teraslampung.com di Dermaga Canti, Sabtu sore, 5 Januari 2019, puluhan warga Pulau Sebesi, puluhan warga Desa Pulau Sebesi kembali dengan perahu, membawa bekal seadanya, yang sempat dibawa saat mengungsi.

Sulaiman (43), warga Pulau Sebesi, mengaku ia bersama beberapa warga Pulau Sebesi lainnya sudah merasakan jenuh berada di pengungsian dan bingung harus berbuat apa.

Apalagi, kata Sulaiman, bahwa ia dan warga yang akan kembali lagi ke tempat tinggalnya di Pulau, karena selalu memikirkan kondisi rumah, hewan ternak peliharaannya dan juga lahan garapan yang sudah lebih dari sepekan ia tinggalkan berada di pengungsian.

“Ya bingung saja di pengungsian. Apalagi (di pengungsian) tidak ada yang bisa dikerjakan. Meski di pengungsian, tetapi pikiran saya selalu ingat rumah terus. Ya memikirkan lahan garapan dan hewan ternak sapi dan ayam. Apalagi sudah sepekan lebih dtinggalkan, mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa,” katanya.

Sulaiman mengaku, ia bersama puluhan warga lainnya memberanikan diri untuk kembali pulang ke rumahnya di Pulau Sebesi karena mendapati kalau kondisi GAK saat ini sudah relatif aman dan aktivitasnya juga sudah mulai menurun tidak seperti sebelumnya.

“Meski masih mengeluarkan asap debu aktivitas vulkaniknya, tapi kondisinya tidak seperti yang sebelumnya beberapa hari pasca terjadinya tsunami. Kami berharap, kondisi dari GAK ini bisa normal kembali dan kami warga yang tinggal Pulau tidak khawatir lagi akan dampak dari letusannya itu,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh warga lainnya, Asep dan Iwan bahwa mereka juga ingin kembali ke rumahnya yang berada di Pulau Sebesi, selain memikirkan kondisi rumah juga nasib hewan ternak peliharaannya yang selama ini ditinggalkan pergi mengungsi akibat terjadinya gelombang tsunami lantaran erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tersebut.

“Ya kami berharap dan mudah-mudahan saja, hewan ternak yang kami tinggalkan tidak mati karena kelaparan. Karena hewan ternak ini, sebagai tabungan kami jika ada keperluan yang memang harus dibutuhkan mendadak,”ungkapnya.

Loading...