Hukum  

Jika Bupati Lamsel tidak Diproses Polisi, Ini yang akan Dilakukan Nahdliyin

Para pengunjuk rasa di depan Mapolda Lampung, Selasa siang (24/10/2017).
Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ratusan orang yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Penegak Kehormatan Nahdlatul Ulama (FPK NU), Front Muda Nahdliyin dan Pemuda Banser Lampung menggelar aksi di depan Mapolda Lampung, Selasa (24/10/2017) siang sekitar pukul 11.45 WIB.

Dalam aksinya, massa menuntut agar Polda Lampung segera memproses secara hukum dan menangkap Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang diduga telah menghina Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj. Ratusan massa tersebut, melantunkan yel-yel Mars Subhanulwaton yang merupakan sebagai penyemangat cinta tanah air dan NKRI harga mati.

“Selamat datang untuk saudara-saudara kita yang sudah jauh-jauh datang dari Lampung Selatan dan Pesawaran bergabung dengan Nahdliyin Bandarlampung,”ucap salah seorang orator saat unjuk rasa di Mapolda Lampung, Selasa (24/10/2017) siang.

Menurutnya, dengan berkumpul bersama disini (Mapolda Lampung), merupakan sebuah perjuangan untuk membela para ulama kita yang telah dihina oleh Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Pesawaran, Mukhlisin dalam orasinya meminta Polda Lampung bertindak secara professional dan menindaklanjuti laporan yang sudah dilaporkan secara resmi oleh Forum Penegak Kehormatan Nahdlatul Ulama (FPK NU) bersama Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU) Lampung ke Mapolda Lampung.

“Kami meminta, polisi segera menanggapi laporannya tersebut. Jika tidak, maka para Banser Nahdliyin ataupun para prajurit militansi NU, akan menggelar aksi secara berkelanjutan dengan massa lebih besar lagi apabila tidak ada tindakan tegas dari kepolisian tersebut,”ungkapnya.

Teraslampung.com sudah beberapa kali menghubungi nomor kontak Bupati Zainudin Hasan untuk meminta konfirmasi terkait masalah yang sedang heboh tersebut. Namun. tidak ada respons dari Zainudin Hasan. Begitu juga beberapa wartawan lain. Mereka belum bisa mendapatkan keterangan dari orang nomor satu di Lamsel satu.

Meski begitu, pada Senin siang lalu (23/10/2017), Zainudin Hasan sempat mengatakan kepada seorang wartawan media online bahwa dirinya tidak bermaksud menghina atau menyerang Ketua Umum PB NU.