Beranda Views Opini Jika Kamu Gagal Membuat Perencanaan, Mungkin Kamu Memang Merencanakan untuk Gagal

Jika Kamu Gagal Membuat Perencanaan, Mungkin Kamu Memang Merencanakan untuk Gagal

453
BERBAGI
Andi Desfiandi

Oleh :  Andi Desfiandi

Menteri BUMN beberapa hari yang lalu mengeluh dikarenakan mayoritas BUMN belum menyetorkan Business Plan mereka, padahal saat ini sudah memasuki bulan kedua di tahun 2020 dan Menteri Erick mempertanyakan kinerja bawahannya terkait itu.

Melihat persoalan tersebut bisa dibilang mayoritas BUMN menjalankan bisnisnya tanpa perencanaan sama sekali, padahal perusahaan yang menjalankan tata kelola dengan baik pada umumnya telah merancang Business Plan (BP) mereka sebelum akhir tahun buku, dengan mempertimbangkan kinerja usaha tahun berjalan dan juga analisa eksternal maupun internal perusahaan.

Menjadi pertanyaan kita semua adalah apa fungsi dewan komisaris dan juga Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) biasanya dilakukan pada akhir tahun dan biasanya juga untuk mengesahkan Annual Report dan kemudian juga Business Plan untuk tahun berikutnya. Apakah fungsi pengawasan di BUMN tidak berjalan selama ini ?

Perusahaan harusnya mampu mendesain atau merancang rencana kerja (Business Plan, Business Initiative hingga ke Action Plan), mengingat sumber daya perusahaan yang terbatas.

Mengingat sumber daya perusahaan yang terbatas (modal, SDM, waktu, alat produksi dll) juga peluang dan tantangan eksternal, maka sumber daya yang ada harus dikelola dengan baik dengan sinergi yang baik pula.

Keterbatasan sumber daya itu tentunya juga akan melahirkan prioritas-prioritas yang dilakukan untuk mencapai tujuan atau objektif yang akan dicapai oleh perusahaan tersebut.

Walaupun kemudian setelah rencana bisnis tersebut disyahkan, tentu tetap harus dilakukan evaluasi secara berkala untuk melihat apakah rencana bisnis tersebut masih sesuai dengan realitasnya dan penyesuaian-penyesuaian tentu juga akan diperlukan.

Apabila kamu gagal membuat perencanaan barangkali kamu memang merencanakan untuk gagal (if you fail to plan, then you plan to fail).

Apabila korporasi ingin menerapkan Good Corporate Governance maka salah satu yang harus dilakukan adalah perencanaan yang baik, agar kinerja korporasi bisa dikontrol.

Maka tidaklah menjadi hal yang aneh apabila kemudian Menteri BUMN mengemukakan kekecewaannya secara terbuka di ruang media publik.

Semoga profesionalisme BUMN akan menjadi lebih baik lagi kedepan termasuk tentunya kinerja korporasinya dan managemennya, selamat bekerja Mas Menteri Erick.

Dr. Andi Desfiandi, M.A., adalah Dewan Penasehat ISEI Lampung

Loading...