Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jika Pembangunan Tugu Pengantin di Kotabumi Berlanjut, “Tragedi Patung Kalianda” Bisa Terulang

Jika Pembangunan Tugu Pengantin di Kotabumi Berlanjut, “Tragedi Patung Kalianda” Bisa Terulang

1411
BERBAGI
‎Suasana rapat Komisi III bersama perwakilan warga Jalan Pahlawan, Kotabumi yang menolak pembangunan tugu pengantin.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Perwakilan warga Jalan Pahlawan, Kotabumi, Lampung Utara, mengancam akan menjadikan Kotabumi sebagai ‘Kalianda, Lampung Selatan’ kedua ‎jika masih tetap meneruskan pembangunan tugu pengantin di ujung Jalan Pahlawan.

Saat itu, warga Kalianda juga menolak pembangunan Patung Zainal ‎Abidin Pagar Alam yang dibangun di daerah Kalianda. Berbagai aspirasi penolakan ini telah disampaikan namun tak menemui titik temu. Kemarahan massa ‎akhirnya memuncak dan memutuskan untuk membakar dan merobohkan patung kakek Bupati Rycko Menoza tersebut pada ‎Senin, 30 April 2012.

Tidak lama kemudian bangunan Patung Zainal Abidin Pagar Alam dibuat lagi. Tidak dipasang di Lampung Selatan, tetapi di ujung Jalan Zainal Abidin Pagar Alam di Kota Bandarlampung.

Zainal Abidin Pagar Alam adalah mantan Gubernur Lampung yang juga ayah mantan Gubernur Lampung. Saat patung itu Zainal Abidin Pagar Alam dibangun di Kaliaanda, Scjahroedin menjabat Gubernur Lampung sedangkan Rycko Menoza (putra Sjachroedin ZP) menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan.

‎”Jika masih tetap diteruskan pembangunan tugu pengantin itu maka jangan salahkan kami jika terjadi (tragedi) ‘Kalianda kedua’ di Lampung Utara,” ancam perwakilan warga Jalan Pahlawan, Zuheri usai rapat bersama Komisi III DPRD, Rabu (8/3/2017).

‎Zuheri mengaku, sebenarnya warga tidak mempersoalkan pembangunan tugu pengantin itu jika lokasinya dialihkan ke lokasi lain atau tidak berada di ujung Jalan Pahlawan. Sebab itu, ia meminta Pemkab Lampung Utara mau mendengarkan aspirasi warga dan meninjau ulang lokasi pembangunan tugu yang dinilai salah lokasi tersebut.

“Kepada Pemkab, kami mohon dengarkanlah aspirasi kami ini karena ‎kami keberatan dengan pembangunan tugu pengantin di Jalan itu,” pintanya.

Diketahui, Komisi III DPRD Lampung Utara menggelar rapat bersama perwakilan warga Jalan Pahlawan, Kotabumi guna membahas penolakan warga ‎seputar pembangunan tugu pengantin yang dinilai tak cukup pantas dibangun di Jalan Pahlawan. Alasannya, karena pembangunan tugu tersebut dapat menghilangkan nilai sejarah nama jalan itu.

Menariknya, ‎sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengklaim telah berkoordinasi dengan tokoh adat jauh sebelum tugu itu dibangun.

“Kami warga Jalan Pahlawan menolak pembangunan tugu pengantin itu karena akan menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di Jalan Pahlawan‎,” tegas perwakilan warga, Agus Rahmat, dalam rapat.

Nilai sejarah yang ada pada jalan itu, menurut Agus, karena nama Jalan Pahlawan itu sengaja diberikan untuk mengingat jasa pahlawan yang bertempat tinggal di jalan itu, yakni almarhum Mustafa. Almarhum Mustafa sendiri merupakan salah satu pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan dimakamkan di jalan tersebut.

Jika tetap dibangun, dikhawatirkan ‎generasi mendatang tak lagi mengenal sejarah perjuangan pejuang perintis kemerdekaan yang dimakamkan di jalan itu.

“Kalaupun memang masih ingin dibangun tugu pengantin, kami minta Pemkab mengalihkannya ke lokasi lain. Jangan di situ!!” tandasnya.