J.J. Polong: Pilpres, Bukan Rebut Kekuasaan dengan Perang

  • Bagikan

Ahmad Marhaen/Teraslampung.com

PALEMBANG  -Budayawan Palembang JJ Polong meminta aparat keamanan dalam Pilpres
2014 ini jangan terlalu berlebihan mengekspos tindakan pengamanan dan kekuatan meliter, sebab pesta demokrasi bukan merebut kekuasaan dengan perang atau kekerasan.

“Ekspos yang berlebihan itu seakan memberikan kesan situasi politik saat ini panas, sehingga rakyat menjadi takut atau terteror,” kata Polong, Senin (7/7/2014).

Dijelaskan Polong, tugas aparat keamanan memang mengamankan. “Itu memang merupakan tugas mereka, jangan digembor-gemborkan. Kalau digembor-gemborkan kesannya jadi lain, sehingga meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan Polong ini terkait dengan ekspos dari Kodam II Sriwijaya yang memberlakukan status siaga I di Sumsel, menyusul warning dari Presiden SBY yang menerima laporan bakal terjadi kerusuhan usai
Pilpres 2014.

Polong pun menilai pernyataan Presiden SBY mengenai ancaman tersebut merupakan “teror”. “Kalau memang mendapatkan informasi tersebut, ya disampaikan secara tertutup ke aparat keamanan. Khususnya ke kepolisian, yang memang bertugas untuk pengamanan. Bukan mensiagakan seluruh elemen keamanan, termasuk meliter,” kata Polong.

Tindakan seperti itu, sebaiknya dilakukan saat ada ancaman dari luar, seperti saat kita tegang dengan Malaysia atau Australia.

“Ini pesta demokrasi. Semua masyarakat bahagia. Perbedaan yang terjadi selama ini belum menunjukkan ancaman. Sebab pesta demokrasi ini bukan perang dalam merebut kekuasaan. Demokrasi disepakati karena menolak perang dalam merebut kekuasaan,” kata Polong.
“Pemerintah jangan memberikan kesan tidak siap dengan demokrasi. Seharusnya pemerintah memberikan kesejukan atau kegembiraan pada rakyat saat menghadapi pesta demokrasi ini,” tegasnya.

  • Bagikan