Beranda Seni Hiburan “Jojon, Rendah Hati dan Selalu Membuka Diri”

“Jojon, Rendah Hati dan Selalu Membuka Diri”

844
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.Com

Jojon di Pas Mantab (google)

Bandarlampung–H. Jojon, komedian Indonesia dari grup Jayakarta, telah wafat pada Kamis (6/3) sekitar pukul 06.04. Almarhum telah dikebumikan siang tadi.

Pada sesi program “Yuk Keep Smile”, Trans TV, Kamis (6/3) pukul 20.15 yang menayang secara live, Denny Cagur sebagai presenter mewawancarai krue YKS dan bintang tamu Camelia Malik.

Wendy yang ditanya lebih dulu mengaku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya komedian khas dengan kumis kecil dan celana pendek itu. Ia mengaku, pertama kali mendapat kabar dari broadcast Black Berry Messenger (BBM), “Kemudian saya cari tahu kebenaran dari rekan-rekan lain,” kata Wendy dengan suara sedih.

Setelah meyakini kebenaran komedian yang juga dikenal kalangan selebritis senior itu, ia segera menuju rumah duka H. Jojon. “Alhamdulillah saya smepat ikut menyolatkan bapak H. Jojon,” katanya.

Wendy menilai, Jojon adalah komedian yang rendah hati, ramah, dan selalu membuka diri kepada siapapun. Jojon (64) tidak menganggap senior kepada pendatang baru. Ia selalu membuka diri untuk menularkan ilmunya dan menasihati yang muda.

“Almarhum tidak memilih-milih kawan mainnya, apakah senior ataupun junior. Pelajaran berharga dari almarhum, dia bilang: di panggung tak ada senior atau junior,” kenang Wendy.

Sementara Adul, punya kenangan yang sulit dilupakan bersama H. Jojon. Dikatakan komdian bertubuh pendek ini, dirinya dengan komedian Jojon saling menyapa “kakak dan dedek” kalau sedang BBM.

Kalau Adul mengganti BB, dia selalu segera mengirim ke Jojon. Hal itu, katanya, agar komunikasi selalu bersmabung. Adul mengaku banyak belajar bagaimana menjadi komedia yang baik, seperti juga diakui Yadi Sembako.

Almarhum, menurut Adul, hari-harinya selalu humoris. Misalnya, kata Adul, “Kakak pernah BBM Adul, nanya sedang apa, Adul jawab sedang maem. Lalu Adul tanya, kakak sedang apa, eh dia jawab: ‘sedang eek.’ Adul hanya tertawa,” kenang Adul terisak, airmatanya mengalir.

Begitulah Jojon di mata komedian muda, seperti Deny dan Wendy Cagur, Adul, Rafi. Sesi ini ditutup dengan doa, digagas Camelia Malik.

Selamat jalan Jojon, dunia komedian Indonesia telah kehilangan seorang pelawak yang mengabdikan sebagian hidupnya untuk menghibur masyarakat.

Loading...