Beranda Ekbis Ekonomi Jokowi Ingin Sentra Ekonomi di Rest Area Diisi Kopi dan Makanan Lokal

Jokowi Ingin Sentra Ekonomi di Rest Area Diisi Kopi dan Makanan Lokal

659
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Wapres KH. Ma’ruf Amin memimpin Rapat Terbatas tentang Pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12) siang. Foto: Setkab

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluhkan sejumlah brand makanan dan minuman ternama yang sering muncul di tempat peristirahatan di jalan tol.

“Yang lalu-lalu kita lihat rest area isinya penuh kopi ya kopi itu, ayam ya ayam itu. Enggak usah saya sebutkan, saya kira bapak ibu tahu semuanya. Ini mulai harus digeser,” kata Jokowi dalam rapat terbatas pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Jokowi mengatakan, semestinya kawasan sentra ekonomi di rest area jalan tol diisi dengan produk-produk lokal. Sebab, kata dia, kualitas produk lokal juga tak kalah dari brand ternama. Misalnya, kopi merek lokal Anomali, Monolog juga tak kalah dari segi rasa, bahkan harganya satu per tiga lebih murah dibandingkan kopi brand ternama.

“Kok yang dipasang itu-itu aja. Ayam juga sama. Banyak sekali yang dipasang di rest area ayam itu-itu saja. Ini lah harus jadi komitmen kita bersama,” kata dia.

Jokowi pun memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan agar memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengisi sentra ekonomi di kawasan infrastruktur yang baru dibangun.

“Kalau bangun rest area, jalan tol dari Lampung sampai Aceh, itu berapa ada rest area. Pasang dong brand-brand lokal kita. Baik yang belum jadi, tol di Jawa juga sama. Rest area tolong diisi dengan brand lokal,” kata Jokowi.

Presiden sempat menanyakan kepada Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengenal kopi brand lokal itu, yang dijawab Teten ada Anomali, Monolog, dan banyak lagi.

“Inilah komitmen, harus menjadi komitmen kita bersama kalau bangun rest area itu nanti jalan tol dari Lampung sampai ke Aceh itu berapa ada rest area. Pasang dong brand-brand lokal kita, baik yang belum jadi di tol di Jawa biar sama rest area tolong diisi UMKM kita,” tegas Presiden Jokowi.

Libatkan UMKM

Presiden Jokowi meminta agar setiap kementerian merancang skema-skema pelibatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang betul-betul konkret. Misalnya misalnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh kementerian, lembaga, dan BUMN.

Ia meminta agar diprioritaskan untuk membeli barang dan jasa dari produk UMKM, juga LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) yang ada ada e-purchasingnya. Juga harus aktif memasukkan produk UMKM yang memenuhi syarat untuk bisa dimasukkan dalam e-katalog.

“Ini juga penting, jangan sampai yang masuk judul yang gede-gede yang kecil ditinggal. Ini saya ingat lagi urusan cangkul, cangkul lokal dimasukkan ke e-katalog harganya separuh lebih murah dari yang impor, ini kalau enggak ngambil dari sini ya kebangetan,” katanya.

UMKM, kata Presiden Jokowi, juga harus banyak dilibatkan dalam mengisi rantai pasok produksi TKDN(Tingkat Komponen Dalam Negeri) di sektor konstruksi, di sekotor otomotif, di sektor telekomunikasi.

“Libatkan mereka yang kecil-kecil ini. Produk-produk UMKM juga berikan ruang untuk masuk dan disiapkan ke-5 destinasi wisata baru, disiapkan terlebih dahulu mulai dari sekarang. Sehingga saat barang itu jadi mereka sudah bisa masuk,” pinta Presiden.

Tempo/Setkab

 

Loading...