Beranda Teras Berita Jokowi ke Lampung, Warga Berteriak:”Horeee! PLN Nggak Matiin Listrik!”

Jokowi ke Lampung, Warga Berteriak:”Horeee! PLN Nggak Matiin Listrik!”

546
BERBAGI

Teraslampung.com– Sejak Senin siang (6/11/2015), bersamaan kunjungan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) ke Lampung, belum terdengar ada keluhan PLN mematikan arus listrik. Di media sosial, banyak warga Lampung menduga PLN memang sengaja tidak mematikan listrik karena Presiden Jokowi sedang berada di Lampung.

“Horee! PLN nggak matiin listrik!” tulis Tyas, warga Bandarlampung di akun Facebooknya.

“Nah itu bisa enggak matiin listrik. Biasanya sehari listrik mati bisa dua-tiga kali, seperti jadwal orang sakit minum obat,” komentar Rudi dalam sebuah komentarnya di Facebook.

Beberapa warga Lampung berharap Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengadukan perihal krisis listrik di Lampung yang menyebabkan semua wilayah di Lampung byar-pet setiap hari.

“PLN ini sudah keterlaluan. Tiap hari matiin listrik sesukanya. Bagaimana investor akan masuk ke Lampung kalau begini? Kita semua dibikin susah,” kata Agus Sungilno, warga Kelurahan Pengajaran, Bandarlampung.

Sebelumnya di beberapa kesempatan Manajer Distribusi PLN Lampung, Alam Awaludin, mengatakan krisis listrik di Lampung disebabkan kurangnya daya listrik di Lampung akibat musim kemarau panjang dan bencana kabut asap di sebagian wilayah Sumsel.

Menurut Alam, musim kemarau menyebabkan pembangkit listrik di Lampung tidak bekerja maksimal untuk menghasilkan daya listrik.

“Selama ini kita masih dibantu dengan pasokan listrik dari Sumsel lewat jaringan interkoneksi Sumatera bagian selatan. Jadi, kalau listrik di Lampung itu normal berarti pasokan dari Sumsel juga full (penuh). Tapi kalau itu dilakukan terus-menerus (PLN) Sumsel juga akan berteriak, karena daya mereka menjadi berkurang dan terpaksa melakukan pemadaman bergilir,” kata Alam.

Alam mengatakan, meskipun nantinya semua pembangkit listrik di Lampung bekerja optimal, Lampung masih berpotensi kekurangan daya. Itu karena daftar tunggu penyambungan baru juga banyak.

“Yang mengantre untuk pasang aliran listrik juga banyak.Mencapai ratusan MW,” kata Alam.