Beranda News Nasional Jokowi Mengaku Difitnah dengan Gambar Dirinya Ikut Kampanye PKI

Jokowi Mengaku Difitnah dengan Gambar Dirinya Ikut Kampanye PKI

1328
BERBAGI
Presiden Jokowi bersama para ulama (Foto: Setkab)

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo memprotes gambar kampanye Partai Komunis Indonesia pada 1955 yang memuat gambar sosok pria yang mirip dirinya. Foto yang diduga hasil croping atau rekayasa lewat photoshop itu menurut Jokowi sengaja disebarluaskan untuk kepentingan politik guna menyerang dirinya.

“Lihat gambar ini waktu ketua umum PKI 1955 kampanye untuk pemilu, DN Aidit pidato, saya ada di bawahnya coba, saya lahir saja belum sudah digitu-gitukan,” kata Presiden Joko Widodo dalam Musyawarah Nasional (Munas) BKPRMI di Asrama Haji Jakarta, Rabu (25/4/2018)

Gambar yang dimaksud Jokowi adalah sebuah gambar memperlihatkan Ketua Umum PKI DN Aidit sedang berpidato di hadapan massa pada kampanye 1955 dan di bawah podium DN Aidit ada sosok dengan kemeja lengan panjang menghadap ke massa yang tubuhnya kurus dan dari samping tampak mirip Presiden Joko Widodo.

“Ini fitnah di media sosial sudah lebih dari 4 tahun ini menuduh presiden Jokowi itu PKI coba. Saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan (pertengahan) tahun 1967, saya baru umur 3,5 – 4 tahun masa ada PKI balita? Logikanya gak masuk,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi menilai bahwa foto itu menyatukan wajah dan tubuh dari dua objek yang berbeda.

“Logikanya tidak masuk, lahir saja belum sudah di bawahnya mimbar, tapi memang mukanya beda, badan saya ditaruh di situ. Anak-anak muda sekarang pinter-pinter,” kata Presiden menambahkan.

Ia juga berharap agar BKPRMI melakukan kegiatan yang membangun ketakwaan bukan sebaliknya menyebar fitnah.

“Gambar-gambar seperti ini tidak hanya 1,2,3. Apa masih akan diteruskan cara-cara seperti ini? Apa basis masjid-masjid yang kita miliki membangun ketakwaan, akhlak, iman kita dan bukan justru menyodorkan gambar yang tadi seperti saya sampaikan?” ungkap Presiden.

Presiden juga menegaskan agar energi masyarakat jangan sampai terbuang hanya untuk mengurus fitnah tapi harus difokuskan untuk membangun negara.

“Saya sampaikan kritik silakan beri masukan, saya selalu terbuka tapi bedakan kritik dengan mencela, kritik dengan fitnah, kritik dengan memaki, itu berbeda, kritik itu berbasis data dan memberikan solusi,” tegas Presiden.

Loading...