Beranda News Nasional Jokowi Minta Jatim Tekan Penambahan Kasus Covid-19

Jokowi Minta Jatim Tekan Penambahan Kasus Covid-19

222
BERBAGI
Presiden saat memberikan keterangan mengenai Penjelasan Zona Daerah Terkait Covid-19, Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (24/6).
Presiden saat memberikan keterangan mengenai Penjelasan Zona Daerah Terkait Covid-19, Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (24/6).

TERASLAMPUNG.COM — Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan penambahan kasus positif Covid-19 tertinggi. Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jatim bis menekan penambahan kasus Covid-19 dalam waktu dua pekan.

BACA: Update Corona 24 Juni: Positif Covid-19 Tambah Positif 1.113 Orang, Sembuh 417 Orang

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta agar Jawa Timur dapat menekan angka kenaikan jumlah kasus positif di sana dalam waktu dua pekan.

“Saya minta dalam waktu dua minggu ini pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini,” kata Jokowi saat meninjau pelaksanaan penanggulangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, d Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020.

Ia menegaskan bahwa seluruh unsur mulai dari Gugus Tugas, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, hingga ke desa, harus ikut ambil bagian dalam menanggulangi virus ini.

“Yang pertama, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya agar memiliki sebuah perasaan yang sama bahwa kita ini sedang menghadapi sebuah krisis kesehatan dan juga sekaligus ekonomi, perasaannya harus sama. Jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita normal-normal saja, berbahaya sekali,”  kata Jokowi.

Jokowi mengaku telah meminta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, untuk ikut serta dalam penanggulangan di Jawa Timur. Di Jakarta, Pangkogabwilhan I dinilai cukup efektif dalam perannya membantu penanganan Covid-19.

“Untuk membantu secara penuh, terutama dalam mensinergikan menangani langsung rumah sakit darurat dan mensinergikan dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan,” kata Jokowi.

Nantinya, dengan hal ini pasien akan dipilah antara yang berat dan yang ringan. Penempatannya di rumah sakit juga akan dipisah sehingga pasien tidak menumpuk di satu rumah sakit, sementara yang lain masih kosong.

Loading...