Beranda News Nasional Jokowi Sering Pakai Seragam Militer, Pengamat Usulkan Presiden Diberi Gelar Bintang Lima

Jokowi Sering Pakai Seragam Militer, Pengamat Usulkan Presiden Diberi Gelar Bintang Lima

365
BERBAGI
Presiden Joko mengenakan seragam militer saat menemui Keuaa PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan pengurus Muhammadiyah, di Jakarta, Rabu, 17 Juni  2015. (foto: tribunnews.com)

JAKARTA, Teraslampung.com – Usul aneh dilontarknn ahli  hukum tata negara Irman Putra Sidin terkait hobi baru Presiden Joko Widodo mengenakan seragam militer. Irman mengusulkan pemerintah dan TNI segera mengeluarkan peraturan baru terkait seragam militer yang dikenakan oleh Presiden RI dalam acara-acara kemiliteran.

“Dalam acara-acara resmi di mana Presiden harus menggunakan seragam militer, maka tanda pangkat bintang lima harus tersemat di seragam tersebut. Ke depan, jika presiden, siapapun itu presidennya, mengikuti dan hadir dalam acara resmi di mana presiden harus menggunakan seragam militer, maka atribut kepangkatan bintang lima harus tersemat di seragam tersebut. Jadi,  kalau presiden Jokowi nanti mengikuti apapun lagi acara kemiliteran, maka bintang lima sudah harus tersemat di seragamnya,” ujar Irman Putra Sidin di Jakarta, Jumat (19/6).

Selama ini, di pangkat tertinggi di kemiliteran Indonesia adalah bintang empat (jenderal). Beberapa saat sebelum lengser, (mantan) Presiden Soeharto membuat aturan baru berupa pemberian anugerah bagi orang yang dianggap sangat berjasa bagi TNI dan NKRI, yakni bintang lima untuk Jenderal Soedirman, Jenderal AH Nasution, dan  untuk dirinya (Jenderal Soeharto). Mereka kemudian disebut sebagai Jenderal Besar Soedirman, Jenderal Besar AH Nasution, dan Jenderal Besar Soeharto.

Irman berasalan, pemberian pangkat bintang lima untuk Presiden Indonesia  sesuai dengan amanat konstitusi bahwa presiden adalah panglima tertinggi sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi atas angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara.

“Sebagai panglima tertinggi maka wajar presiden menyadang bintang lima di bahu maupun baret yang dipakainya,” ujarnya.

Menurut Irman, bintang lima yang diberikan kepada presiden  berbeda dengan gelar jenderal bintang lima yang pernah dianugerahkan kepada  Jenderal Besar Sudirman, Jenderal Besar Nasution dan Jenderal Besar Soeharto. Bintang lima yang disematkan pada presiden adalah bintang lima yang otomatis sesuai konstitusi dan hanya melekat selama seseorang menjabat sebagai presiden.

“Ini berbeda dengan gelar jenderal besar yang diberikan pada Sudirman, Nasution dan Soeharto. Gelar itu diberikan selamanya sebagai bentuk penghormatan sementara gelar bintang lima untuk presiden itu otomatis diberikan pada presiden yang menjabat selama dia menjabat saja. Ketika sudah tidak menjabat maka bintang lima tersebut pun dicabut,” tambahnya.

Pemberian pangkat bintang lima kepada presiden pun menurut Irman akan menambah kewibawaan presiden. Dengan demikian seragam yang dikenakan pun memiliki makna konstitusional karena presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi angkatan.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan acara militer di mana Presiden Jokowi hadir dan mengenakan seragam militer, tidak terlihat seragam yang dikenakan Jokowi memiliki pangkat bintang lima. Padahal, para perwira tinggi yang mendampinginya sebagai bawahan panglima tertinggi menggunakan pangkat jenderal mereka. Dengan demikian maka tentunya seragam yang dikenakan kurang memiliki makna konstitusi bahwa presiden adalah panglima tertinggi TNI.

Ahli militer Salim Said pernah mengingatkan Presiden Jokowi agar menghentikan kebiasaannya mengenakan seragam militer. Menurut Salim Said, sebagai orang sipil, Presiden Jokowi tidak sepatutnya mengenakan seragam militer saat berada di lingkungan sipil.

Meski sering mendapatkan kritik, Jokowi bergeming. Padahal, foto-foto dirinya mengenakan seragam militer kerap dijadikan bahan olok-olokan di media sosial.

Loading...