Beranda Hukum “Jual Beli Suara” Pemilu 2014, Legislator Partai Golkar Pesawaran Ini Terancam Empat...

“Jual Beli Suara” Pemilu 2014, Legislator Partai Golkar Pesawaran Ini Terancam Empat Tahun Penjara

488
BERBAGI
Terdakwa Johny Corne mantan Angota DPRD Kabupaten Pesawaran saat duduk di kursi pesakitan jalani sidang perdana terkait kasus penipuan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Tanjungkarang, Selasa (7/2)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Johny Corne (46), terancam hukuman maksimal empat tahun penjara. Hal itu terungkap dalam sidang perdana kasus dugaan penipuan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa (7/4/2015).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Batubara, warga Dusun B Hanura Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran ini didakwa melakukan tindak pidana penipuan terhadap korban Zikrie Chandra sebesar Rp75 juta. Atas dasar tersebut, terdakwa yang juga tinggal di Perumahan Nusantara Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung itu melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Baca: Legislator Golkar Kabupaten Pesawaran Ditahan di Rutan Way Hui).

”Ancaman hukuman pidananya, paling lama empat tahun penjara,” kata Batubara, Selasa (7/4).

Batubara menjelaskan, perbuatan yang dilakukan terdakwa Johnny bermula pada Sabtu (26/4/2014) lalu.Pada saat itu akan berlangusungnya Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Tahun 2014 dan terdakwa mencalonkan diri sebagai calon Legislatif dari partai Golkar di DPRD Kabupaten Pesawaran pada Dapil IV, Kecamatan Padang Cermin dengan Nomor Urut 2 dengan perolehan suara 1.855.

Namun setelah penghitungan suara di PPS, terjadi penggelembungan suara di internal Partai Golkar. Lalu saksi Ibrahim Bastari selaku wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung mendapat tugas dari saksi Alzier Dianis Thabranie selaku Ketua DPD Provinsi Lampung untuk melakukan pengecekan dan dari hasil pengecekan itu memang ternyata benar terjadi penggelembungan suara yaitu suara para caleg yang diikuti 9 caleg Partai Golkar dipindahkan ke terdakwa.

Kemudian, Ibrahim bertemu terdakwa untuk membicarakan penggelembungan suara tersebut. Lalu dijawab terdakwa.”Sudah bang kita gak usah bicara kasus ini nanti berdebatnya panjang,” kata Batubara menirukan ucapan terdakwa.

Lalu Ibrahim menyarankan terdakwa untuk bertemu saksi Yur Apiah selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pesawaran.

Setelah saksi Risodar selaku Ketua DPD partai Golkar Kabupaten Pesawaran mengetahui adanya penggelembungan suara tersebut, ia kemudian memerintahkan Yur Apiah untuk menyelesaikan penggelembungan suara tersebut dan terdakwa siap tidak dilantik.

Menindaklanjuti permintaan terdakwa siap mundur, lalu Risodar dan Yur Apiah mengadakan pertemuan dengan terdakwa di rumah Alzier dan dihadiri Ismet Roni selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Bastari dan saksi Zikrie Chandra Agustian.

“Terdakwa mau saja tidak dilantik asalkan biaya pencalonannya selama kampanye diganti dan itu disanggupi oleh Zikrie Chandra Agustian, asalkan istri Zikrie Chandra atasnama Sefi Anggraini selaku caleg nomor urut 1 yang memperoleh suara 1.300 dilantik menjadi anggota DPRD Pesawaran,” jelasnya.

Lalu Zikrie Chandra menyerahkan uang sebesar Rp75 juta kepada Alzier yang kemudian diserahkan ke terdakwa. Setelah uang diterima terdakwa, Ibrahim membuat surat pernyataan kepada terdakwa yang isinya, bahwa dirinya tidak bersedia untuk dilantik menjadi anggota Legislatif DPRD Kabupaten Pesawaran Periode 2014-2019.

Namun terdakwa tidak mengindahkan surat pernyataan tersebut dan dirinya pun akhirnya tetap dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Pesawaran. Merasa telah ditipu, akhirnya korban Zikrei Chandra mengalami kerugian sebesar Rp75 juta dan melaporkan perbuatan terdakwa Johnny Corne ke Mapolda Lampung.

Loading...