Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jualan di Trotoar-Bahu Jalan, Puluhan PKL di Kotabumi Terjaring Razia

Jualan di Trotoar-Bahu Jalan, Puluhan PKL di Kotabumi Terjaring Razia

561
BERBAGI

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Utara (Sat Pol-PP Lampura) merazia puluhan pedagang kaki lima yang berjalan di atas bahu atau trotoar jalan, Senin siang (3/9/2018).

Razia ini dilakukan di sepanjang ruas jalan Jenderal Sudirman, kawasan Tugu Payan Mas, Jalan Raden Intan, Pasar Dekon, dan berakhir di Jalan HOS Cokroaminoto.

“Razia ini ditujukan kepada para pedagang yang berjualan di atas bahu atau trotoar,” terang Pelaksana Tugas Kepala Sat Pol-PP, Doni Ferwari F usai razia.

Doni mengklaim penertiban terpaksa mereka lakukan karena sebelumnya pihaknya telah melakukan langkah persuasif kepada ‎para pedagang. Namun, ternyata para pedagang masih saja berdagang di area yang dilarang.

“Secara persuasif sudah kami imbau baik secara langsung maupun melalui lurah, dan camatnya. Namun, ternyata masih saja seperti itu,” katanya.

Menurut Doni, daerah bahu jalan dan trotoar merupakan area yang dilarang untuk berjualan. Sebab, jika terus dibiarkan akan sangat menggangu kenyamanan para pengguna jalan.

“Di samping mengganggu arus lalu lintas, lapak pedagang ini juga mengganggu keindahan wajah kota,” papar dia.

Doni meminta para pedagang untuk tidak menganggap langkah yang mereka lakukan ini untuk ‘mematikan’ usaha mereka. ‎‎Menurutnya, mereka hanya menjalankan langkah penertiban ini semata – mata untuk kepentingan bersama dan menjalan amanat Peraturan Daerah Nomor 8‎ Tahun 2009.

“Apa yang kami lakukan ini ‎hanyalah menjalankan tugas pokok dan fungsi kami selaku penegak perda. Selain itu, semua ini juga untuk kepentingan bersama,” urainya.

Di sisi lain, Rosdiana (43), pedagang minuman di kawasan Tugu Payan Mas mengaku terpaksa menggunakan bahu jalan sebagai lapak dagangannya. Ini dikarenakan banyak pedagang minuman dan makanan yang berjualan di kawasan tersebut.

“Awalnya saya tidak berdagang ‎di sini tapi di rumah yang berada persis di samping taman Tugu Payan Mas. Tapi karena banyak pedagang yang berjualan di kawasan ini, saya juga tertarik berjualan di sini,” akuinya.

Loading...