Beranda Teras Berita Jumlah Hari Siswa Bersekolah Diserahkan kepada Masing-Masing Pemda

Jumlah Hari Siswa Bersekolah Diserahkan kepada Masing-Masing Pemda

180
BERBAGI
Suasana di sebuah SMP di Bandarlampung (dok majalah sapu lidi/koak)

Dewi Ria Angela/Teras Lampung.com

JAKARTA– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menegaskan, jumlah hari dalam proses pembelajaran di sekolah, apakah 5 hari atau 6 hari dalam semingguh, sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah (Pemda). Pemerintah Pusat melalui Kemdikbud tidak akan mengatur mengenai hal ini.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Mendikbud Mohammad Nuh terkait dengan penambahan jumlah jam belajar yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud 4-6 jam per minggu karena  penerapan Kurikulum Pendidikan 2013.

“Penetapan jumlah hari baik 5 ataupun 6 hari dalam belajar di sekolah semuanya diserahkan kepada kebijakan pemerintah daerah,” kata Mendikbud di Jakarta, Rabu (20/8).

Ia menyebutkan, untuk meningkatkan nilai keagamaan, budi pekerti, Pendidikan kewarganegaraan, pada mata pelajaran tersebut ditambahkan 1 jam per minggu. Hal sama juga pada pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SD ditambahkan 2 – 4 jam per minggu, serta SMP, SMA dan SMK ditambahkan 2 jam per minggu.

Mendikbud menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa penambahan jam belajar di sekolah dilakukan. Pertama, semakin panjang waktu siswa di sekolah dengan kegiatan yang disusun dan terkontrol dengan baik maka akan menambah pengetahuan.

Selain itu, penambahan jam belajar di sekolah juga menjawab salah satu fenomena yang sedang marak terjadi, yaitu semakin banyak orang tua yang bekerja di luar rumah. Apabila anak cepat pulang dari sekolah namun tidak dalam pengawasan orang tua, dapat mendorong si anak untuk melakukan perbuatan negatif. “Kalau dia tinggal di sekolah lebih lama, dia akan mendapat virus positif lebih banyak,” ujar Mendikbud.

Ia mengingatkan, jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang yang tergabung dalam OECD, jumlah jam belajar di Indonesia masih tertinggal. Rata-rata lama sekolah untuk seorang anak mengenyam pendidikan dasar di Indonesia, SD—SMP, adalah 6.000 jam. Sedangkan di negara-negara OECD rata-ratanya 6.800 jam.

Adapun pengaturan distribusi penambahan jam belajar itu diserahkan kepada Pemerintahan Daerah. Kalau dari Kurikulum 2013 tidak harus menambah hari, tetapi jika didistribusikan 4-6 jam per minggu tersebut, maka setiap harinya hanya menambah 35-45 menit.

Loading...