Beranda Teras Berita Jumlah Massa Lebih Banyak, Unjuk Rasa FMLTB Tetap ‘Dicueki’ Bupati

Jumlah Massa Lebih Banyak, Unjuk Rasa FMLTB Tetap ‘Dicueki’ Bupati

224
BERBAGI
Massa FMLTB di depan Kantor Bupati Lampung Timur, Selasa (2/9)

SUKADANA, Teraslampung,com—Untuk ketiga kalinya, Forum Masyarakat Lampung Timur Bersatu (FMLTB) melakukan unjuk rasa, di depan kantor Bupati Lampung Timur, di Sukadana, Selasa (2/9).  Namun, Bupati Lampung Timur Erwin tidak menemui massa pengunjuk rasa meskipun sedang berada di kantor Bupati.

Dalam aksi yang ketiga ini, FMLTB  melakukannya di empat tempat, yakni di Kantor Bupati, inspektorat, Gedung Pusiban, dan di rumah dinas bupati.  Selain massa FMLTB, dalam demo hari ini juga turut bergabung LSM Humanika.  Dalam aksi yang diikuti sekitar 100 orang ini, selain berorasi massa juga membagi-bagikan selebaran.

Menurut koordinator FMLTB, Buhari Dalom Jaya, keengganan Bupati menemui mereka membuktikan bahwa Bupati Erwin Arifin bukan pemimpin yang aspiratif.  “Bupati seharusnya berani menemui kami,” kata Buhari,

Dia mengaku akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar, jika bupati tidak kunjung menemui mereka.

Dalam unjuk rasa yang ketiga kalinya ini, massa tetap menyuarakan hal yang sama, yakni buruknya kepemimpinan Erwin Arifin dalam memimpin Lamtim.  Menurut FMLTB, selama kepemimpinan Erwin Arifin, terdapat berbagai persoalan yang terjadi.  Antara lain, deposito dana APBD, rendahnya disiplin PNS, lelang proyek yang tidak transparan, serta pejabat yang tidak sesuai kompetensinya.

Saat  Bupati Erwin Arifin sedang melantik pejabat eselon III dan IV di Gedung Pusiban, massa yang ngeluruk ke gedung itu juga tidak berhasil menemuinya.  Terakhir massa juga sempat demo di rumah dinas bupati, yang sedang ada acara syukuran pelantikan istri bupati sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung.  Di rumah dinas, di hadapan ratusan undangan syukuran, demonstran juga melakukan orasi.

Demonstransi di rumah dinas bupati, menimbulkan ketidaknyamanan undangan syukuran yang hadir.  Salah seorang undangan yang enggan disebutkan namanya, berseloroh, “Seperti tidak ada tempat  yang lain saja, di tempat syukuran kok melakukan demo”, ujarnya.

Demo di rumah dinas bupati ini tidak berlangsung lama.  Setelah puas melakukan orasi, akhirnya demonstran membubarkan diri, sambil mengancam akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak. (Mashuri Abdullah)

Loading...