Beranda News Jurnalis Lampung akan Belajar Gender dan Antikekerasan terhadap Perempuan

Jurnalis Lampung akan Belajar Gender dan Antikekerasan terhadap Perempuan

45
BERBAGI
Kampanye Antikekerasan terhadap Perempuan (Ilustrasi/dok langitperempuan.com)

TERASLAMPUNG.COM — Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Propinsi Lampung akan melaksanakan pelatihan Gender dan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Perspektif Media, di Hotel Whiz Prime Bandar Lampung Minggu—Senin, 25—26 Desember 2016.

“Untuk merealisasikan kesetaraan dan keadilan gender serta antikekerasan terhadap perempuan, maka Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR perlu menentukan strategi pendekatan kepada multipihak. Salah satu pihak yang dinilai mempunyai peran dan pengaruh dalam masyarakat adalah media. Makanya, kami melatih 25 jurnalis,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, Sely Fitriani.

Menurut Sely, semasuki era otonomi daerah, media mempunyai peran dan porsi yang strategis dalam mendukung pembangunan daerah, baik pembangunan ekonomi maupun sumberdaya manusia. Namun pada faktanya, kata Sely, media menyebarkan atau bahkan melestarikan pandangan-pandangan yang keliru terhadap pengertian gender itu sendiri.

“Kondisi-kondisi tersebut menjadi penting bagi Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR untuk perlu membangun komunikasi dan sinergisitas dengan multipihak. Salah satu upaya dalam membangun komunikasi dan sinergisitas tersebut, adalah dengan melakukan penyadaran gender dan anti kekerasan terhadap perempuan kepada Jurnalis dan Media,” ujar Sely.

Menurut Sely, tujuan umum yang ingin dicapai dalam pelatihan/penyadaran gender dan anti kekerasan terhadap perempuan kepada media ini yakni membangun pemahaman yang sama antar media tentang hak-hak perempuan, sehingga mereka termotivasi untuk mendukungnya dan memberikan nasehat/binaan serta keputusan yang peka dan adil gender.

“Secara khusus, pelatihan ini ingin memberikan output kepada peserta supaya memiliki kemampuan pemahaman yang benar tentang hubungan gender dengan nilai-nilai antikekerasan terhadap perempuan,” kata Sely.

Selanjutnya, kata dia, peserta memiliki pemahaman tentang persoalan-persoalan persoalan gender dan kekerasan terhadap perempuan, sekaligus peduli untuk menjadi Mitra Penghapusan terhadap Perempuan.

Melalui pelatihan ini, Sely berharap peserta dapat mengenali dan memahami instrument kebijakan formal (lokal, nasional, internasional) dan kebijakan informal yang berhubungan dengan Pengarusutamaan Gender dan perlindungan dan pelayanan bagi perempuan korban kekerasan.

Pelatihan ini akan difasilitasi oleh Fasilitator AD. Kesumaningtyas – Rahima dari Jakarta. Narasumber yang dihadirkan dari perwakilan Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Jakarta dan Budi Santoso Budiman dari AJI Bandar Lampung, serta moderator oleh Padli Ramdan, Ketua AJI Bandar Lampung.

Peserta akan mendapat materiu pelatihan mengenai bagaimana membangun kepekaan gender, mengidentifikasi KODRAT dan GENDER, Memahami Bentuk-bentuk Ketidakadilan Gender,

Nonton Film “’The Impossible Dream” dan “Meena” produksi UNICEF. Selanjutnya topik bahasan mengenai bagaimana gender dikonstruksikan (Konstruksi Gender danFaktor-faktor Penyebab Ketidakadilan Gender, Agama dan Konstruksi Gender,

Menuju jurnalis dan media berperspektif gender: Kesetaraan dan hak perempuan indonesia di dunia kerja; Upaya jurnalis dan media Lampung dalam Membangun Kesetaraan dan Keadilan Gender serta Menghapus Kekerasan Berbasis Gender, serta diskusi Isu-isu ketidakadilan gender dan nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender dalam media.