Jurnalis Swara Lampung Raih Saidatul Fitriah 2015

Bagikan/Suka/Tweet:
Elshinta, jurnalis SKH Lentera Swara Lampung menerima tropi Saidatul Fitriah 2015 dari Ketua AJI Bandarlampung  Yoso Miulyawan, pada Malam Puncak HUT ke-21 AJI di Cafe Dawiels, Bandarlampung, Sabtu malam (29/8/2018).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Jurnalis SKH Lentera Swara Lampung, Elshinta, dengan karya jurnalistik berseri tentang Pondok Pesantren Nurul Ulum Kemiling meraih Penghargaan Saidatul Fitriah 2015 yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung. Pengumuman pemenang Penghargaan Saidatul Fitriah 2015 dan penyerahan hadiah dilakukan pada Malam Puncak HUT ke-21 AJI, di Cafe Dawiel, Bandarlampung, Sabtu (29/8/2015).

Karya Ekshinta bersaing dengan tiga karya peserta lain yang masuk empat besar. Yakni, tulisan berseri tentang Pengusiran Pasien Pemuluh Windasari oleh RSUAM (Tim duajurai.com), tulisan berseri tentang Program Bina Lingkungan Pemkot Bandarlampung karya Rudiansyah (Lampung Post), dan Manusia Gerobak karya Angger Putranto (Harian Kompas).

Dewan Juri yang terdiri atas dua pendiri AJI Bandarlampung dan mantan Ketua AJI Bandarlampung Oyos Saroso HN dan Firman Seponada, serta dosen FISIP Unila Toni Wijaya sepakat memilih karya Elshinta karena memiliki kekuatan semua unsur yang menjadi kriteria penilaian. Yaitu, (1) teknik penulisan/pelaporan, (2) kedalaman  penggalian isu/tema, (3) kelengkapan berita,  akurasi, etika, dan (4) dampak tulisan/dampak isu yang digali.

Anggota Dewan Juri, Firman Seponada, mengatakan karya Elshinta dinominasikan oleh semua juri. Selain dinilai lebih kuat dalam penggalian isu, karya berseri (terdiri atas beberapa tulisan) tersebut juga memiliki kelengpakan berita dan cover both side sejak tulisan pertama.

“Pada dasarnya empat karya yang masuk nominasi bagus semua dan layak juara. Namun kami hanya diberi hak memilih satu yang terbaik atau dinilai lebih sedikit kekurangannya dibanding karya lain yang masuk,” kata Firman.

Ketua AJI Bandarlampung Yoso Mulyawam mengatakan lomba karya jurnalistik Penghargaan Saidatul Fitriah tahun ini diikuti oleh belasan peserta dengan 25 karya. Perinciannya: 17 karya jurnalistik media cetak, empat karya media online, dua karya jurnalistik radio, dan dua karya jurnalistik televisi.

Walikota Bandarlampung Herman HN menyerahkan Penghargaan Kamardin kepada Wahrul Fauzi Silalahi.

Lomba Karya Jurnalistik Penghargaan Saidatul Fitriah merupakan ajang pemberian penghargaan yang digelar AJI Bandarlampung sejak 2008 untuk karya jurnalistik terbaik pada setahun terakhir. Nama penghargaan diambil dari nama jurnalis foto lembaga pers kampus Teknokra Universitas Lampung yang meninggal saat menjalankan tugas meliput aksi demo mahasiswa pada karya jurnalistik terbaik yang diberikan kepada

Selain Penghargaan Saidatul Fitriah, AJI Bandarlampung juga memberikan Penghargaan Kamaroeddin kepada tokoh di Lampung yang dinilai berjasa mendukung dan mengembangkan kebebasan berekspesi, kebebasan informasi.dan kebebasan pers. Pada tahun ini AJI memberikan Penghargaan Kamarordin kepada Direktur LBH Bandarlampung, Wahrul Fauzi Silalahi.

Diyan/Lina