Kabag Hukum Pemkab: Hari Lahir Lampung Utara Berdasarkan Ketetapan Residen Lampung pada 1946

  • Bagikan
Tugu Kayu Aro, di Kotabumi (dok panoramio.com)

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Hendry mengakui bahwa usia ke-69 tahun Kabupaten Lampura ditetapkan berdasarkan ketetapan Residen Lampung pada tanggal 15 Juni 1946 silam.

“Dasar hukum penetapan hari lahir Kabupaten Lampura adalah ketetapan Residen Lampung pada tanggal 15 Juni 1946 dengan nomor 304,” tulisnya dalam pesan singkat, Sabtu (13/6) malam.

Saat ditanya apakah HUT Lampura itu telah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) sehingga memiliki dasar hukum yang kuat, Hendry mengatakan sepertinya hal tersebut belum dilakukan. Akan tetapi, untuk memastikan apakah HUT Lampura telah dibuatkan Perda atau tidak, ia mengaku akan memeriksa kembali seluruh arsip Perda yang ada.‎ “Sepertinya belum. Tapi, nanti saya cek lagi,” tuturnya.‎

Kendati demikian, menurut Hendry, terkadang terdapat Kabupaten yang menentukan hari lahir Kabupatennya bukan berdasarkan Undang – Undang (UU) lahirnya Kabupaten melainkan hanya berdasarkan deklarasi atau pelantikan penjabat, dan lainnya.

“Terkadang memang ada yang menggunakan hari lahir Kabupaten bukan berdasarkan UU lahirnya kabupaten tapi berdasarkan deklarasi atau pelantikan penjabat, dan sebagainya,” kata dia.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Lampura memperdebatkan dasar hukum dalam penentuan tahun kelahiran Kabupaten Lampura yang kini menginjak usia ke-69 tahun. Pasalnya, usia Kabupaten Lampura dinilai belum mencapai umur tersebut jika merujuk pasal I, Bab I Peraturan Umum  dalam Undang – Undang Darurat nomor 4 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten – Kabupaten dalam Lingku‎ngan Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi dasar hukum resmi pembentukan Kabupaten Lampura. ‎
‎‎
“Jika merujuk pada UU darurat tersebut, usia Kabupaten Lampung Utara saat ini bukanlah 69 tahun tapi baru 59 tahun,” kata salah satu wartawan senior Lampura, A. Bastian Rajamuda, belum lama ini.

‎Menurut Bastian, Kabupaten Lampura baru resmi dinyatakan sebagai Kabupaten bersama ke-13 Kabupaten lainnya di propinsi Sumatera Selatan dan berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri‎ terhitung sejak UU Darurat tersebut terbit. Dengan demikian, usia Lampura belum mencapai umur ke-69 melainkan baru mencapai umur ke-56.‎

Diketahui, berdasarkan literatur yang ada, Karesidenan Lampung kala itu dibagi menjadi 3 Kabupaten dan 11 Kawedanan berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumatera Nomor 113 tanggal 17 Mei 1946 yang pusat pemerintahannya berada di Medan‎.

Ketiga Kabupaten dimaksud yakni Kabupaten Lampura, Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Lampura dan Lampung Tengah menentukan HUT-nya berpatokan dengan ketetapan residen. Sedangkan, Lampung Selatan kemungkinan besar menetapkan HUT-nya berpatokan dengan UU Darurat lantaran HUT Kabupaten Lamsel tahun ini baru menginjak pada usia ke-59 tahun.

  • Bagikan