Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Kades di Lampung Selatan Ini Bekerja Taktis Antisipasi Virus Corona

Kades di Lampung Selatan Ini Bekerja Taktis Antisipasi Virus Corona

366
BERBAGI
Kades Sidorejo, Tommy Yulianto (berdiri) bersama tim medis Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulya saat mendatangi dan melakukan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh warga yang pulang dari luar negeri.
Kades Sidorejo, Tommy Yulianto (berdiri) bersama tim medis Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulya saat mendatangi dan melakukan pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh warga yang pulang dari luar negeri.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Pemerintah desa (Pemdes) Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan melakukan langkah-langkah yang rapi dan terstruktur dalam pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kepala Desa Sidorejo, Tommy Yulianto, mengatakan langkah-langkah antisipasi sudah dilakukan Pemdes Sidorejo sejak awal virus corona merebak di Indonesia dan menjadi berita utama media.

“Saat itu saya berpikir, ini kan virus tidak kasat mata. Pastinya berbahaya. Apalagi virus Corona yang awal mula wabahnya dari  China ini, banyak warga dari beberapa negara meninggal dunia karena virus ini,” kata Tommy kepada teraslampung.com, Selasa (31/3/2020).

Tommy mengatakan, sebelum ada warga Lampung positif terjangkit virus Corona, dia dan semua aparatur desa memberikan imbaun kepada warga agar berhati-hati dengan munculnya virus berbahaya itu.

“Para kepala dusun dan ketua RT saya wajibkan  mendata warga yang kerja di luar daerah dan luar negeri sebagai TKI serta dilakukan pemantauan agar cepat diketahui. Langkah ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona di desa kami,” katanya.

Warga Sidorejo bergotong royong membuat hand satinizer.

Menurutnya, langkah-langkah awal yang ia lakukan tersebut, sebelum adanya intruksi atau arahan dari pemerintah pusat kepada seluruh pejabat daerah (Gubernur dan Bupati) hinngga paling bawah yakni Kepala Desa (Kades).

“Apalagi sejak wilayah Jabodetabek ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus Corona, saya berkeyakinan warga yang pergi merantau kerja di daerah itu pasti akan pulang kampung. Jadi, sebelum ada kebijakan itu, kami sudah melakukan langkah-langkah tersebut,”ujarnya.

Tommy mengaku, sejak Kapolri mengeluarkan maklumat tentang larangan menggelar acara yang melibatkan banyak orang pihaknya langsung menutup pusat kuliner malam ‘Deswita Linerrejo’.

“Saya meminta pemahaman kepada para pedagang bahwa kondisi sedang genting, maka usaha kuliner harus dihentikan sementara. Penutupan sementara tempat kuliner itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona,”terangnya.

Selain itu, kata Tommy, pihaknya membentuk tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 desa yang berjumlah 9 orang dari unsur pamong, Linmas, tokoh masyarakat, agama dan Pemuda. Selanjutnya, melakukan pemasangan pampflet (selebaran) maklumat imbauan Kapolri.

“Maklumat Kapolri itu saya cetak ulang lagi. Setelah itu, ribuan kertas pamflet maklumat Kapolri itu saya serahkan kepada pamong (Kadus dan RT) dan wajib ditempelkan di setiap rumah warga, tempat ibadah seperti masjid, mushola dan gereja, pasar, pertokoan dan fasilitas umum lainnya,”bebernya.

Penyemprotan desinfektan di masjid desa.

Langkah selanjutnya, ia bersama seluruh aparatur desa dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Sidorejo melakukan penyemprotan desikfaktan secara berkala di rumah-rumah warga, tempat-tempat ibadah dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Kemudian pihaknya melakukan penyemprotan desikfaktan secara serentak melibatkan unsur TNI dan Polri, pada Kamis (26/3/2020) lalu.

“Jauh sebelumnya, kami sudah melakukan penyemprotan desikfaktan secara berkala. Kemudian kami melakukan penyemprotan desikfaktan lagi dan secara serentak melibatkan semua unsur belum lama ini. Pengadaan cairan desikfaktan sebanyak 50 liter yang digunakan, tidak menggunakan anggaran desa tapi pribadi saya sendiri,” kata dia.

Saat disinggung jumlah data warganya yang bekerja di luar daerah dan luar negeri yang saat ini sudah pulang kampung ke desanya, Tommy mengatakan warga yang bekerja di luar daerah Lampung dan sudah datang ke desa sementara ini tercatat ada 40 orang.

“Selain didata, 40 orang ini juga diberikan imbauan agar melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari demi menjaga keselamatan bersama. Namun,  kemungkinan besar jumlah ini pasti akan bertambah jika melihat situasi sekarang ini,”ujarnya.

Warga desa siap bergotong royong menyemprot desinfektan.

Sementara warga yang bekerja di luar negeri sebagai TKI dan sudah kembali, kata Tommy, tercatat ada 5 orang warga, dan mereka dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pengecekan suhu tubuhnya oleh tim medis Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo dengan mendatangi langsung rumah mereka masing-masing.

“Saat ini ke-45 orang tersebut masih melakukan isolasi diri dan tetap dalam pemantauan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 desa. Kami sudah menyampaikan, jika ada gejala sakit segera melapor ke pamong setempat dan nanti pihak desa yang akan memeriksakannya ke Puskesmas,”kata dia.

Loading...