Beranda Seni Kadis Pariwisata Lampung: Pergelaran Tari Srawung Seni Sawah Bisa Jadi Even Wisata

Kadis Pariwisata Lampung: Pergelaran Tari Srawung Seni Sawah Bisa Jadi Even Wisata

981
BERBAGI
Penari dari SMPN 2 Merbau Mataram dan SDN 1 Triharjo, Lampung Selatan kolaborasi dengan Agus Bimo penari asal Solo.
Penari dari SMPN 2 Merbau Mataram dan SDN 1 Triharjo, Lampung Selatan kolaborasi dengan Agus Bimo penari asal Solo, Kamis (9/1/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Pergelaran seni bertajuk “Srawung Seni Sawah” dihelat di Dusun Giri Joyo II, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Kamis,  9 Januari 2020. Pergelaran dimulai dengan prosesi ritual. Dalam ritual tersebut enam maestro tari Agus Gunawan, Agus Bimo, Eli D Luthan Jarot, Sri dan Ki Dalang Bayu Stiawan melakukan gerak yang intensip, naturalis di sawah yang berukuran 8 X 10 meter.

Mereka menari di tengah sawah menciptakan gerak spontan, menggambarkan ketergantungan manusia kepada alam.

Sementara itu Ketua pelaksana Srawung Seni Sawah, Agus Gunawan alis Agus Sangishu menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan sawah terutama bagi anak-anak.

“Mengingat semakin gencar dan kuatnya tehnologi, kita agak lupa dengan sawah sebagi sumber pangan. Kami mengajak untuk kita memperhatikan sawah,” katanya.

“Saya sangat prihatin kalau anak kita sampai tidak tau sawah,” jelas Agus yang juga pimpinan Rumah Tari  Sangishu.

Kabar gembira datang dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Edarwan yang mengungkapkan gelaran Srawung Seni Sawah sudah dijadikan kalender tahunan di dinasnya.

“Saya sudah agendakan di kalender even tahunan,” ujar Edarwan, mewakili Wagub Lampung.

Dia beralasan, acara ini satu-satunya di Lampung dan diharapkan jika dikelola dengan baik akan banyak turis-turis asing akan hadir.

“Acara ini baru satu-satunya di Lampung jika dikelola secara baik dijadikan kalender tahunan saya yakin ke depan turis asing akan rame,” katanya.

Di acara Srawung Seni Sawah juga dihadiri tiga penari asal Amerika, Margiet, Francies, Mara mereka mengaku murid maestro tari Mbah Prapto.

“Kami baru datang kemarin dari Amerika untuk ikut acara ini, kami ingin menari di sini untuk mengingat guru kami Bapak Prapto selain itu ikut merayakan juga acara Srawung Seni Sawah ini,” jelas Margiet dengan bahasa Indonesia yang terbatas.

Dia menilai acara ini sangat istimewa dimana bisa bertemu rakyat, alam kumpul bersama untuk kebaikan.

“Sangat istimewa bisa berkumpul disini dengan rakyat dan alam, kalau rakyat berkumpul bersama akan baik untuk semua, budaya dan alam, nature and culture,” ungkapnya
Pada bagian lain salah seorang warga Desa Triharjo, Supriyadi mengatakan cukup bangga desanya dijadikan tempat acara ini dan mendukung jika acara ini dapat terus dilaksanakan.

“Kami membantu menyiapkan segala sesuatunya supaya acara Srawung Seni Sawah bisa berjalan dengan baik dan kami berharap acara ini dapat terus berlanjut,” kata Supriadi seorang guru seni di SMPN 2 Merbau Mataram.

Srawung Seni Desa digelar di Dusun Giri Joyo II menggunakan dua panggung yaitu panggung utama dan sawah. Tempat gelaran acara tersebut hanya berjarak 10 meter dari jalan Veteran, Desa Triharjo.

Di tempat acara ada tiga kandang kambing milik warga dan 10 petak sawah tepat di belakang rumah Pak Warsito. Pengungjung dapat menikmati jajanan kampung seperti geblek, apem secara gratis disajikan oleh warga.

Penentuan tempat pertunjukan Srawung Seni Desa ini tidak lepas jasa besar mendiang Prapto maestro tari yang ketika itu hadir untuk melihat secara langsung bakal tempat pertunjukan sekitar bulan Juli 2019.

Sedangkan yang tampil di acara Srawung Seni Sawah Sanggar Cangget Budaya Lampung Utara, Alexander GB, Kutomaro musik, DADC, Pusat Latihan Tari (PLT) Sangsaka dan Margiet, Francies, Mara tiga wanita asal California, Amerika.

Dandy Ibrahim

Loading...