Kadis Pendidikan Bantah Instruksikan Guru tidak ke Sekolah

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Ilustrasi kegiatan belajar-mengajar.

KOTABUMI, Teraslampung.com– Terkait dengan  berhentinya kegiatan belajar di SMP Sungkai Selatan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Wakidi Suwianto membenarkan adanya aksi pemukulan yang dilakukan warga terhadap sejumlah guru SMP N 2 Sungkai Selatan.

Menurut Wakidi, setelah mendengar adanya informasi kasus tersebut,  Kepala Dinas Pendidikan, M. Isya Sulharis meminta para guru agar tidak mengajar terlebih dahulu sebelum perselisihan dengan warga sekitar terselesaikan. Menurut Wakidi, instruksi itu dikeluarkan semata – mata untuk melindungi para guru.

“Tolong sebelum ada jaminan dari Kepolisian, jangan masuk dulu. Nanti kalau ada masalah, (takutnya) nanti akan jadi masalah lebih besar lagi. Itu instruksi Kadis (Kepala Dinas),” kata Isya, Rabu (26/11).

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan, M. Isya Sulharis membantah anggapan bahwa dirinyalah yang memerintahkan kepada para dewan guru agar tidak masuk sekolah selama persoalan ini belum selesai.

“Instruksinya, ketika mereka diancam, ya lari ke rumah dong. Kasihan guru – gurunya. Ada yang keluar darah dari kuping dan guru kena tinju tapi enggak diekspose,” katanya.

Dikatakannya, kini persoalan antar guru dan warga sekitar SMPN 2 Sungkai Selatan tersebut telah ditangani oleh Polsek Sungkai Selatan. Menurut informasi yang ia terima, perselisihan ini saat sosialisasi Bantuan Siswa Miskin (BSM) disekolah itu.

Polsek  dan  Camat  Damaikan Perselisihan 

Dilain sisi, Kepala Polsek Sungkai Selatan, Kompol. Joni Effendi menyatakan bahwa kedua pihak yang berselisih telah sepakat untuk menempuh jalan damai. Dimana kesepakatan ini akan dituangkan secara tertulis pada Jumat (28/11) mendatang.

“Permasalahan ini sudah selesai. Tadi  sudah dikumpulkan oleh pak Camat. Kemungkinan diselesaikan secara kekeluargaan,” tutur dia seraya menambahkan pelaku pemukulan itu berjumlah sekitar tiga orang.

Camat Sungkai Selatan, Sofian,  mengaku telah ada  kesepakatan antara kedua belah pihak untuk berdamai. Kesepakatan ini dilakukan dikantor Polsek setempat. “Enggak ada
masalah. Sudah selesai,” kata dia.

  • Bagikan