Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kadis Pendidikan Lampura Belum Tahu Dua Sekolah Gagal Dapatkan DAK 2019

Kadis Pendidikan Lampura Belum Tahu Dua Sekolah Gagal Dapatkan DAK 2019

270
BERBAGI
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara (Ilustrasi Foto: /Teraslampung|Feaby Handana))

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi--Bukannya lebih dulu mengetahui jika ada dua unit sekolah yang ‘gagal’ mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Toto Sumedi ternyata malah belum mengetahui hal itu.

‎”(Malah) Saya belum tahu (informasi itu)” kata Toto Sumedi saat ditemui di kantor Inspektorat Lampung Utara, Senin (2/9/2019).

Lantaran belum tahu seputar informasi tersebut, Toto enggan mengomentari lebih lanjut saat dimintai tanggapan dan langkahnya mengenai persoalan ini. Ia mengaku akan menanyakannya dulu persoalan ini dengan bawahannya.

“Pending (tunda,red) aja dulu. Saya tanya dulu,” kelitnya.

Sebelumnya, ‎lantaran diduga tidak jeli dalam hal perencanaan, dua unit sekolah di Lampung Utara dinyatakan gagal memperoleh bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2019.

‘Hangusnya’ DAK pendidikan seakan menjadi pelengkap derita Lampung Utara yang sebelumnya juga telah dikabarkan ‘kehilangan’ belasan miliar DAK bidang infrastruktur. ‘Hangusnya’ belasan miliar DAK infrastruktur yang mencapai Rp16 Miliar dikarenakan banyaknya proyek yang gagal mendapatkan pemenang.

“SD Candimas, Abung Selatan dan SD 1 Sidokayo, Abungtinggi hangus DAK-nya,” tutur Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Suma Wibawa melalui ponselnya.

Sayangnya, Suma mengaku tidak begitu mengetahui persis berapa total DAK yang hangus akibat gagalnya kedua sekolah itu dalam memperoleh DAK. Kendati demikian, ia memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar Rp500 jutaan.

“Nilai persisnya saya enggak begitu hafal. Kira – kira sekitar Rp500 jutaan lah kalau tidak salah,” kata dia.

DAK bidang pendidikan tahun ini mencapai Rp21 Miliar. DAK ini diperuntukan bagi rehabilitasi gedung sekolah dan pengadaan buku. adapun rincian dari 83 sekolah penerima DAK itu yakni, 6 unit Taman Kanak-Kanak, 70 unit Sekolah Dasar, 8 unit Sekolah Menengah Pertama, dan 1 unit Sanggar Kegiatan Belajar.

Loading...