Kadis Pendidikan Lampura Janji Tuntaskan Kasus Penyerangan oleh Siswa SMKN 3 Kotabumi

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Adrie melihat kondisi ibu yang terluka akibat insiden penyerangan yang dilakukan siswa SMKN III Kotabumi terhadap siswa SMKN I Kotabumi.
Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Adrie melihat kondisi ibu yang terluka akibat insiden penyerangan yang dilakukan siswa SMKN III Kotabumi terhadap siswa SMKN I Kotabumi.
Bagikan/Suka/Tweet:

F‎eaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Adrie,  berjanji akan menuntaskan insiden penyerangan siswa SMKN 3 terhadap SMKN 1 Kotabumi yang membuat seorang pengguna jalan terluka akibat lemparan batu.

“Saya akan tuntaskan persoalan antar sekolah ini dan mudah – mudahan tak berkepanjangan,” tegas Adrie saat mengunjungi korban yang terluka akibat insiden penyerangan tersebut di RSUD Ryacudu, Kotabumi, Selasa (10/11/2015).

Untuk menuntaskan persoalan ini sesegera mungkin, terus Adrie, pihaknya akan memanggil Kepala SMKN 1 dan SMKN 3 Kotabumi. Pertemuan ini juga untuk mengetahui akar persoalan sebenarnya penyebab insiden yang cukup mencoreng dunia pendidikan di wilayahnya.

“Hari ini, kami akan adakan pertemuan dengan Kepala SMKN 3 dan SMKN 1 Kotabumi agar persoalan ini cepat tuntas dan berlarut – larut,” paparnya.

Pihaknya juga akan menjatuhkan sanksi tegas kepada provokator penyebab insiden tersebut jika nantinya terbukti bersalah. Sanksi tegas ini supaya dapat menimbulkan efek jera sehingga insiden serupa tak akan kembali terulang.

“Jelas akan ada sanksi tapi seperti apa sanksinya, nanti kita lihat. Terkait pengobatan ibu yang terluka ini, kami akan menanggung semua biayanya,” urai dia.

Sementara, Renaldo (14), putra dari Yuni Supriyanti, korban salah sasaran dalam insiden penyerangan di SMKN 1 Kotabumi, mengatakan, ia telah mencoba memutar arah saat melihat insiden pelemparan batu itu terjadi di depan SMKN 1 Kotabumi. Belum sempat memutar, ibunya tiba – tiba terjatuh dan berlumuran darah di bagian kepala.

“Batu-batu yang dilemparkan itu batu – batu besar. Karena takut, saya mau mutarkan mutar tapi tiba-tiba, ibu saya terjatuh dan berdarah,” katanya.‎