Kadis PMD: 780 Desa di Lampung Sudah Gunakan Sistem Smart Village

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM —  Hingga awal 2021, sebanyak 780 desa di Lampung sudah menggunakan Sistem Smart Village. Smart Village diharapkan akan mampu melaksanakan proses penyelenggaraan pemerintahan desa, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan efektif dan efisien berdaya guna dan berhasil dengan memanfaatkan informasi dan teknologi.

Program Smart Village Provinsi Lampung dilaksanakan untuk mendukung Nawacita Ketiga Presiden Joko Widodo, yaitu Membangun Indonesia Dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa Dalam Kerangka Negara Kesatuan,” kata Kadis PMD Lampung, Zaidirina, pada acara sosialisasi smart village atau desa pintar di Hotel Sheraton Bandarlampung, Jumat (10/9/2021).

Kegiatan tersebut digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Lampung bekerjasama dengan PT Lampung Jasa Utama, PT Inti Bangun Sejahtera, dan PT  Dilan.

Zaidirina mengatakan,  Pemerintah Provinsi Lampung melalui Visi Rakyat Lampung Berjaya telah meluncurkan program Smart Village dan Kartu Petani Berjaya yang berbasis internet pada 25 Maret 2021,” kata Zaidirina.

Menurut Zaidirina, hingga awal 2021, dari 2.435 desa yang ada di Provinsi Lampung, terdapat 780 desa yang telah menggunakan Sistem Smart Village. Mereka terdiri atas 130 desa sebagai sasaran yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung dan 650 desa atas inisiatif desa secara mandiri.

“Dengan konsep Smart Village desa diharapkan akan mampu melaksanakan proses penyelenggaraan pemerintahan desa, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan efektif dan efisien berdaya guna dan berhasil dengan memanfaatkan informasi dan teknologi,” katanya.

Menurutnya, keberadaan internet desa dapat mendorong kemajuan semua bidang di desa seperti pendidikan, perekonomian, pariwisata, pelayanan kepada masyarakat dan mendorong BUMDes dalam mempromosikan produk lokal menggunakan saluran e-Commerce atau Market Place.

“Memang tidak mudah mengubah tradisi lama menuju era digitalisasi saat ini. Kerja keras, kolaborasi dan sinergi merupakan kunci utama agar pembangunan desa dapat mandiri, maju dan berdaya saing berbasis tehnologi agar cepat terealisasi,” ungkapnya.

“Untuk itu Pemerintah Provinsi Lampung terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna percepatan realisasi Program Smart Village,” imbuhnya.

  • Bagikan