Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kadis PMPD Lampura akan Memediasi PPDI dengan Apdesi

Kadis PMPD Lampura akan Memediasi PPDI dengan Apdesi

113
BERBAGI
‎Kepala DPMPD Lampung Utara, Wahab
‎Kepala Dinas PMPD Lampung Utara, Wahab

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kepala Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa (PMPD) Lampung Utara, Wahab, berencana memediasi ‘pertikaian’‎ antara Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi). ‎

‘Pertikaian’ keduanya ini terjadi sebagai imbas dari pengukuhan PPDI Lampung Utara yang dilakukan di gedung serba guna Islamic Center Kotabumi pada pekan lalu. Saat itu, acara itu nyaris ricuh karena para pengurus PPDI tidak pernah memberitahu mereka seputar kegiatan ini sebelumnya.

“Kami akan coba memediasi mereka karena semua ini sepertinya hanya salah komunikasi saja,” terang Wahab, Senin (5/11/2018).

Berdasarkan informasi yang didapatnya, menurut Wahab, pembentukan organisasi PPDI di wilayahnya ini bertujuan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anggotanya. Di antaranya memperjuangkan gaji minimal para perangkat desa sesuai aturan yang ada.

“PPDI mengklaim bahwa gaji perangkat desa itu sedianya setara dengan gaji PNS golongan IIa seperti yang diatur dalam peraturan yang ada. Itu klaim mereka,” jelasnya.

Kendati demikian secara tersirat, Wahab mengatakan‎, para perangkat desa hendaknya lebih memanfaatkan wadah yang telah ada, yakni Apdesi. Sebab, organisasi ini bukanlah milik kepala desa melainkan juga milik perangkat desa.

“Perangkat desa itu kan bagian dari pemerintah desa. Mestinya mereka lebih memanfaatkan Apdesi karena Apdesi itu bukan hanya milik kepala desa,” kata dia.

Sebelumnya, pengukuhan PPDI Lampung Utara yang berlangsung di gedung serba guna Islamic Center Kotabumi nyaris ricuh, Kamis pagi (1/11/2018). Kericuhan ini berlangsung tepat di depan hidung para petinggi Pemkab Lampung Utara, seperti Asisten I Sekretaris Kabupaten, dan para camat.

Penyebab kericuhan dikarenakan adanya faktor ketersinggungan kepala desa terhadap pengurus PPDI yang tidak pernah memberitahukan ihwal pembentukan organisasi ini kepada mereka. Padahal, mereka selaku pimpinan sudah selayaknya para perangkat desa ini meminta restu atau paling tidak memberitahu mereka terlebih dulu.

Awalnya acara berlangsung normal seperti biasa. Bahkan, acara pengukuhan para pengurus PPDI Lampung Utara periode 2018 – 2023 berjalan mulus tanpa ada kendala. Suasana mulai memanas saat Ketua PPDI Provinsi Lampung, Triyono menyampaikan sambutan usai pengukuhan.

Saat itulah, Senfri, Kepala Desa Lepang Tengah, Sungkai Jaya tak mampu lagi menahan emosinya. Ia langsung berdiri menyela sambutan Triyono. Menurut Senfri, pihaknya merasa tersinggung dengan sikap para pengurus PPDI yang sebelumnya tidak pernah membicarakan rencana pembentukan organisasi ini kepada mereka.

“Para perangkat desa itu adalah perangkat di bawah kami. Kenapa kami tidak pernah diberitahukan dan tahu – tahu kami diundang untuk menyaksikan pengukuhan ini,” tegasnya.

Tak cukup sampai di situ, Senfri yang masih berada di dekat tempat duduknya langsung beranjak menuju lokasi pembawa acara yang berada di bagian depan. Ia kemudian menginstrusikan perangkat desanya untuk meninggalkan lokasi pengukuhan tersebut.

Di sisi lain, Sekretaris Apdesi Lampung Utara menegaskan tidak akan mengakui keberadaanPersatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)‎ yang baru saja terbentuk.

Sikap ini puncak dari kekesalan mereka terhadap sikap pengurus PPDI yang tidak pernah membahas pembentukan organisasi PPDI di Lampung Utara. PPDI terkesan tidak menghargai pihak Apdesi selaku organisasi yang menaungi para kepala desa.

“Sepanjang mereka (PPDI,red) tidak mau berkoordinasi dengan Apdesi, kami belum mau mengakui organisasi itu,” tandas Sekretaris Apdesi, Hendri Kalnopi.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui ihwal anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) dari PPDI. Kalau memang ‎AD/ART PPDI tidak jauh berbeda dengan Apdesi hendaknya para perangkat desa tidak ikut bergabung daam PPDI.‎

‎”Kalau memang AD/ART-nya sama, buat apa ada PPDI. Nanti malah tumpang tindih saja,” kata dia.‎

Loading...