Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Dinas PU Lampung Utara Bantah Ada Proyek Fiktif Senilai Rp 1Miliar

Dinas PU Lampung Utara Bantah Ada Proyek Fiktif Senilai Rp 1Miliar

225
BERBAGI
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara
Kantor Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara menegaskan klaim proyek fiktif tahun 2015 yang bakal dilaporkan LSM Peta kepada KPK itu hanyalah sebuah kabar “bohong”.

“(Kabar tentang dua proyek fiktif) Dari Dinas PU itu tidak ada (tidak benar),”kata Sekretaris Dinas PU, Susilo Dwiko, Senin (18/7).

Susilo‎ memperkirakan dua proyek yang diduga fiktif oleh LSM Peta ini adalah dua proyek yang tak jadi dilaksanakan oleh mereka. Kedua proyek itu memang tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) tapi lantaran terkendala masalah maka kedua proyek itu tak jadi dilaksanakan.

“Memang ada dua proyek yang ada dalam RUP tapi tak jadi dilaksanakan. Penyebabnya, karena gagal kontrak‎ (sehingga anggarannya dikembalikan ke kas negara),” terangnya.

Sementara terkait rencana langkah LSM yang akan melaporkan ke KPK dan penegak hukum lainnya di Jakarta, Susilo tak terlalu mempersalahkannya. Sebab, hal itu merupakan hak mereka dan pihaknya tak dapat mengintervensi kebebasan berpendapat mereka.

“Silakan saja (mereka laporkan), itu hak mereka,”‎ kata dia.

Diketahui, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Tanah Air (Peta) bakal melaporkan dugaan dua proyek fiktif tahun 2015 dengan total Rp1 Miliar di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dalam waktu dekat, kami (LSM Peta) melaporkan dua temuan dugaan ‎proyek fiktif 2015 yang ada di Dinas PU kepada KPK, Satuan Tugas Kejaksaan Agung serta Mabes Polri. Dua proyek ini totalnya mencapai ‎Rp1 miliar,” kata ketua LSM Peta, Alian Arsil kepada wartawan.

Alian memaparkan, ‎keyakinan adanya dua proyek yang diduga fiktif ini berawal saat dirinya yang juga merangkap sebagai ketua tim PHO (Provisional Hand Over/serah terima sementara) proyek di Dinas PU tahun 2015 menemukan dua proyek itu masuk dalam daftar proyek yang telah dikerjakan pada tahun lalu. Sementara, selaku ketua tim PHO, dirinya merasa sama sekali tak pernah menandatangani kedua proyek tersebut.

“Sebagai ketua tim PHO di Dinas PU, ‎saya pasti tahu semua proyek yang ada. Saya lihat di daftar proyek, (kedua proyek itu) sudah selesai dikerjakan tapi saya merasa enggak pernah tanda tangan atas kedua proyek itu,” urai Alian.