Kakek 90 Tahun dan Bercucu 15 Ini Masih Jadi Tukang Becak

  • Bagikan
Kakek Giyanto bersama becak kesayangannya yang mangkal di depan Korem 043 Garuda Hitam, Bandarlampung.
Kakek Giyanto bersama becak kesayangannya yang mangkal di depan Korem 043 Garuda Hitam, Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Usia tidak menjadi halangan bagi Giyanto (90) untuk mencari uang dengan menjadi tukang becak. Ia tetap mencari nafkah sebagai tukang becak, meskipun tidak jarang pulang ke rumah tanpa membawa uang.

Meskipun penghasilannya tidak pasti, tiap hari dia tetap berupaya setiap pagi mengeluarkan becaknya menuju tempat dia biasa mangkal.

“Saya mangkal di Pasar Bambu Kuning, Pasar Tengah dan depan kantor Korem 043 Gamat ini,” ujarnya sambil menarik dalam sebatang rokok filter saat berbincang dengan teraslampung.com di depan Korem 043 Gatam, Senin 22 Maret 2021.

Kakek 15 cucu itu mengaku menjalani profesi sebagai penarik becak sudah 61 tahun dimulai dari Kota Palembang.

“Tahun 60 saya ngebecak di Palembang terus ke Kotabumi, Lampung Tengah dan tahun 1974 baru di kota Bandarlampung,” katanya.

Menarik becak diusia senja bukan tidak ada larangan dari anak-anaknya, menurut Sugiono anaknya yang lima orang melarangnya untuk mengayuh becak tapi dia punya alasan sendiri untuk tetap menekuni profesi yang dijalaninya puluhan tahun itu.

“Kalau di rumah saja saya bisa sakit, mendingan saya keluar, dapat uang atau tidak saya senang,” katanya sambil tersenyum.

Sejak adanya pandemi Covid-19 pendapatan Sugiono menurun drastis, sebelumnya sehari dia bisa membawa pulang uang Rp15 ribu paling besar Rp25 ribu saat ini kadang pulang dengan hampa.

“Biasanya ada aja penumpang yang minta diantar ke DKT (Rumah Sakit DKT) sejak ada Corona tidak ada lagi, akhirnya saya sering pulang tanpa membawa uang. Ini rokok barusan dibelikan teman sebungkus,” jelasnya sambil memamerkan sebungkus rokok filter berwarna hitam. “Saya merokok sehari habis satu bungkus,” katanya.

Lelaki kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah itu kini tinggal bersama anak wanitanya di kawasan Sukamenanti, Kedaton berharap adanya bantuan dari pemerintah dan pihak lain.

“Saya kan sudah tua kalau ada yang ngasi saya uang ya saya mau sekali,” harap Kakek Giyanto yang sudah tiga tahun ditinggal istri tercintanya itu.

Dandy Ibrahim

Loading...
  • Bagikan