Beranda Kolom Kopi Sore Kalau Negara Kurang Melayani, Rakyat Perlu Belajar Cerdas Hidup Sehat Sendiri

Kalau Negara Kurang Melayani, Rakyat Perlu Belajar Cerdas Hidup Sehat Sendiri

130
BERBAGI

Handaran Nadesul

Ya, kalau negara kurang memberikan cukup perhatian bagi kesehatan rakyatnya, rakyat harus berupaya untuk belajar cerdas hidup sehat sendiri. Keprihatinan itulah yang memotivasi saya untuk berbagi hidup sehat kepada semakin banyak orang sejak awal saya lulus sekolah dokter.

Saya merisaukan kondisi kesehatan bangsa, yang sekadar mencuci tangan dengan benar saja pun belum mereka kuasai, apalagi kemampuan mencegah serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan kanker, yang kalau diberi tahu bisa mereka lakukan. Untuk mimpi saya itulah saya menulis. Sejak mahasiswa saya menulis di koran dan majalah, menjadi pengasuh rubrik kesehatan di beberapa tabloid, majalah, dan koran, lalu menulis buku, serta memberikan seminar kesehatan.

Namun berapa banyak saja yang bisa saya jangkau dengan tangan saya yang cuma dua ini. Berapa banyak yang membaca tulisan saya, yang mendengar seminar saya, dibanding ratusan juta rakyat Indonesia yang memerlukannya. Siapa yang menjangkau saudara di pelosok desa, yang belum tersentuh media, selain radio dan televisi. Namun sayangnya, radio dan televisi yang bisa menjangkau sampai ke pelosok desa, tidak banyak mengedukasi hidup sehat, karena lebih menghibur, dan berpikir rating.

Saya sedih. Justru saudara yang 80 persen rakyat Indonesia di pelosok desa itulah yang sebetulnya rentan jatuh sakit, yang lebih memerlukan edukasi hidup sehat, agar tidak berisiko jatuh sakit. Mereka inilah kelompok yang memerlukan pemberdayaan, kelompok yang baru berobat kalau punya uang saja, yang membuatnya lebih sering memerlukan kegawatdaruratan medis, yang penyakitnya menumpuk, padahal semuanya tidak perlu terjadi kalau mereka diedukasi bagaimana cara mencegahnya.

Berulang kali saya nyatakan, melihat kenyataan itu semua saya berikrar untuk terus seorang diri berbagi hidup sehat. Berbagi kepada semakin banyak orang, dengan tangan saya yang hanya dua ini, lewat menulis, membagikannya di ruang ini, di media-media lain, selain talkshow, seminar yang akan terus saya lakukan, daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali selama saya masih mampu.***

Handrawan Nadesul ada seorang dokter cum penyair

Loading...