Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Kalianda bakal Miliki Tempat Wisata Belanja Seperti Malioboro

Kalianda bakal Miliki Tempat Wisata Belanja Seperti Malioboro

1009
BERBAGI

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Malioboro Yogyakarta (dok djogjayogyakarta.blogspot.com)

KALIANDA – Bagi yang pernah berkunjung ke kota Jogjakarta, rasanya belum puas jika tidak singgah di Malioboro yang merupakan kawasan wisata belanja andalan di kota gudeg tersebut.
   
Dengan didukung banyaknya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, serta ramainya pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangan macam-macam hasil kerajinan daerah tersebut, maka tak heran jika kawasan malioboro tak pernah sepi dari para pengujung yang mayoritasnya adalah wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia dan juga macanegara.
   
Keramaian dan semaraknya Malioboro itu, nampaknya menggugah hati Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Ir. Sutono, MM, untuk menciptakan kawasan wisata belanja dan hiburan di Kota Kalianda, layaknya Malioboro Yogjakarta.
   
Sutono mengandeng sejumlah para pekerja seni yang tergabung dalam Komunitas Simponi Bangsa (KSB) Kabupaten Lampung Selatan, untuk mewujudkan kawasan wisata belanja andalan di kota yang pernah meraih predikat sebagai kota kecil terbersih se-Indonesia ini, dengan mengambil lokasi di sepanjang Jalan Protokol Kota Kalianda dimulai dari Tugu Tupping sampai Tugu Adipura Kalianda.
   
“Malioboro Kalianda ini nantinya akan dibuka setiap Jumat malam, Sabtu malam dan Minggu malam,” ujar Sutono, kepada Teraslampung.com, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (5/9) siang.
   
Menurut Pembina KSB Lamsel ini, untuk menarik minat masyarakat sekitar maupun luar daerah Lamsel agar singgah di kawasan wisata belanja dan hiburan tersebut, dilokasi Malioboro Kalianda itu nanti, akan diisi dengan berbagai aktifitas kesenian oleh para seniman-seniman Kalianda, mulai dari kegiatan seni lukis, pertujukan musik tradisional daerah dan modern, serta pertujukan seni puisi dan teater, sebagai sarana hiburan bagi pengunjung.
   
Di samping itu juga, akan dijajakan berbagai macam jenis panganan khas daearah Lamsel, serta produk hasil kerajinan para kelompok binaan seperti kaos bergambar Icon Lamsel, pernak-pernik dan aneka rupa aksesoris yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Kalianda, bagi para wistawan yang singgah di kawasan wisata belanja Malioboro Kalianda.
   
Menurut Sutono, Malioboro ala Kalianda ini, sebagai upaya untuk menghidupkan Kota Kalianda yang selama ini dijuluki banyak orang sebagai kota mati. “Selama ini  baru jam sembilan malam saja Kota Kalianda  sudah terlihat sepi. Padahal, Kalianda ini merupakan Ibukotanya Kabupaten Lamsel. Makanya, diharapkan ke depan dengan munculnya kawasan wisata belanja dan hiburan ini, Kota Kalianda tidak lagi terlihat sepi saat malam hari,” ungkapnya.
   
Sutono berharap, pada tiga tahun kedepan Malioboro Kalianda sudah menjadi tempat tongkrongan bagi masyarakat Kalianda, khususnya para kaum muda dan seniman yang memiliki kreativitas tinggi.
   
“Jika nanti sudah terlihat ramai dan banyaknya aktifitas dikawasan wisata belanja dan hiburan tersebut, tentunya nama lokasinnya akan diubah dan tidak lagi menggunakan nama Malioboro, tetapi akan disesuaikan dengan nama-nama yang unik yang terdapat di Kota Kalianda,” katanya.

Loading...