Beranda News Bandarlampung Kampung Palembang di Telukbetung

Kampung Palembang di Telukbetung

861
BERBAGI
Masjid Al Anwar di Jl. Laksamanan Malahayati, Telukbetung, Bandarlampung (teraslampung.com/oshn)

TERASLAMPUNG.COM —Kampung Palembang tidak asing lagi bagi warga Kota Bandarlampung. Penanda bagi perkampungan asal Palembang, Sumatera Selatan, ini adalah Hotel Sriwijaya—pemilik awalnya memang bersuku Palembang.

Penanda lainnya adalah Masjid Jami Al-Anwar, masjid tertua di Lampung yang berada di Jalan Laksamana Malahayati, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan. Masjid ini dibangun tahun 1839, tetapi luluhlantakan terjangan tsunami akibat meletusnya Gunung Krakatau pada 1883. Lima tahun kemudian, barulah masjid dibangun kembali.

Kampung Palembang dulunya merupakan kawasan bagi pendatang dari Kota Pempek.

Wong Palembang”—biasa kita menyebut untuk warga asal Palembang—lalu menetap di sini. Mereka hijrah pada saat kolonial Belanda.

Mereka tinggalkan kota kelahiran karena penjajah sudah memasuki Palembang melalui Sungai Musi, dan memilih menetap di Lampung sebagai daerah yang diangga aman kala itu. Selain itu, tentu saja, ingin memperoleh kehidupan yang layak di daerah yang baru.

Warga asal Palembang, menurut Tjek Mat Zein, tokoh asal Palembang, meninggalkan kampung kelahiran menggunakan kapal laut dan mendarat di Desa Hurun, Lempasing, ataupun Panjang. Sebagian warga yang lain, menempuh jalan darat. Lalu yang menggunakan jalan darat, ada yang sampai di Telukbetung ini, namun ada pula yang “terdampar” di Menggala, Tulangbawang.

Menurut Tjek Mat Zein, awalnya luas Kampung Palembang sekitar 15 hektare, sehingga batasnya sampai Kampung Bugis, Gudeng Lelang, dan Stasiun Telukbetung.

Loading...