Kantor Bea Cukai Bandarlampung Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp 12, 5 Miliar

  • Bagikan
Kabid Penindakan Kanwil Bea Cukai Wilayah Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono. Foto: Teraslampung.com/Mas Alina
Kabid Penindakan Kanwil Bea Cukai Wilayah Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono. Foto: Teraslampung.com/Mas Alina

TERASLAMPUNG.COM — Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Bandarlampung memusnahkan barang bukti berupa rokok ilegal sebanyak 12,3 juta batang dengan total nilai Rp12,5 miliar, di halaman Kantor KPPBC TMP B Bandarlampung, Jl Yos Sudarso Bandarlampung, Rabu pagi (24/11/2021). Pemusnahan dilakukan dengan pembakaran barang bukti rokok ilegal.

BACA: Bea Cukai Lampung Musnahkan 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 500 Juta

Menurut Kabid Penindakan Kanwil Bea Cukai Wilayah Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono, semua barang bukti yang musnahkan dengan cara dibakar tersebut, merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) B Bandarlampung.

Kunto mengatakan, pemusnahan rokok ilegal itu dilakukan sebagai aksi nyata Bea Cukai dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok yang telah mematahui segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajiban.

“Diharapkan dengan adanya penyitaan dan pemmusnahan barang bukti ini akan menekan peredaran rokok ilegal dan pasar akan diisi oleh produksi rokok yang produsennya taat aturan,” kata Kunto.

Menurut Kunto, semua barang bukti rokok ilegal yang dimusnahkan adalah barang bukti tindak pidana khusus yang perkaranya sudah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Pemusnahan barang bukti ini juga merupakan amanat Peraturan Menteru Keuangan Nomor 39/PMK.04/2014 tentang Tata Cara Penyelesaian Barang Kena Cukai dan Barang-barang Lain yang Dirampas untuk Negara atau Dikuasai Negara,” katanya.

Kunto menambahkan, selain nilai material dalam perampasan dan pemusnahan barang bukti rokok ilegal juga ada nilai imaterial. Sebab itu, penindakan terhadap rokok tanpa cukai dilakukan secara tegas.

“Bisa dibayangkan, apabila barang tersebut beredar di pasar bebas bukan hanya mengganggu pertumbuhan industri rokok dalam negeri, tetapi juga berdampak pada tidak terpenuhinya hak dan kewajiban negara dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Mas Alina

  • Bagikan