Beranda Ruwa Jurai Mesuji Kantor DPRD Mesuji Disegel, Massa Desak Pemilihan Wakil Bupati

Kantor DPRD Mesuji Disegel, Massa Desak Pemilihan Wakil Bupati

292
BERBAGI
Gubernur Sjachroedin melantik Bupati-Wakil Bupati Mesuji di penjara, 13 April 2012

Mesuji, Teraslampung.Com—Massa yang mengatasnamakan Perwakilan Masyarakat Mesuji mendatangi Kantor DPRD setempat, Kamis (27/3). Demo menuntut segera memroses pemilihan wakil bupati yang hingga kini kosong. Aksi ini berujung ricuh, dan massa merusak kaca, pintu, dan gerbang. Bahkan, menyegel kantor wakil rakyat tersebut.

Setelah mencoba merusak pintu gerbang, ratusan massa dari perwakilan masyrakat  Mesuji  langsung masuk ke halaman Kantor DPRD Kabupaten Mesuji. Anggota kepolisian dibantu Satpol PP yang sudah berjaga di pintu gerbang, tak bisa bebruat banyak. Kericuhan pun tak terhindarkan.

Para pendemo menuntut kepada DPRD agar segera memroses pemilihan wakil bupati yang kosong, karena sejak bupati terpilih tidak ada jabatan wakil sampai saat ini.

Bupati dan Wakil Bupati Mesuji terpilih, Khamamik dan Ismail Ishak, dilantik di rumah tahanan kelas II Menggala, Bawah Lawak, Tulang Bawang, Lampung, Jumat (13/4/2012). Pasangan ini memenangkan pilkada pada 28 September 2011 lalu.

Pelantikan dilangsungkan di dalam rutan karena Ismail Ishak sedang menjalani hukuman terkait tindak pidana korupsi penyertaan modal BUMD PT Menggala Jaya senilai Rp1,4 miliar.

Ismail divonis satu tahun penjara pada 15 November 2011 lalu. Dia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Lampung dan kemudian kasasi ke Mahkamah Agung, namun ditolak.

Saat itu, pelantikan dipimpin Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Aparat kepolisian dan TNI menjaga ketat acara tersebut. Para tamu pun harus melalui alat metal detector untuk masuk ke tempat pelantikan, halaman rutan.

Pelantikan pasangan terpilih yang diusung PDIP dan PDK ini dilakukan tanpa melalui rapat paripurna DPRD Mesuji. DPRD menolak melantik karena belum selesainya gugatan pencalonan Khamamik-Ismail di PTUN Medan.

Selepas pelantikan, Wakil Bupati Ismail Ishak kembali masuk bui dan diberhentikan dari jabatannya. Sementara Khamamik melenggang sendiri, tanpa mengajukan wakil.

Para pendemo mengancam akan datang kembali dengan massa lebih banyak lagi jika tidak menindaklanjuti tuntutan mereka. Pendemo juga mendesak Bupati Khamamik agar kooperatif untuk mengajukan wakilnya. (Naquib Revolusi/Isbedy Stiawan ZS)

Loading...