Kantor MUI Lampung Dirusak Orang tak Dikenal

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Menjelang pergantian tahun baru 2023, Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di kompleks Islamic Center di Jalan Soekarno-Hatta (bypass), Rajabasa, Kota Bandarlampung dirusak orang tak dikenal (OTK), Jumat (30/12/2022).

Informasi yang diterima teraslampung.com, sebelum terjadinya kerusakan, kantor MUI Lampung pada Kamis (29/12/2022) sore, kondisinya belum ada kerusakan. Aktivitas pun seperti biasanya, sampai semua yang ada di dalam kantor keluar.

Kemudian pada Jumat (30/12’2022) pagi kemarin sekitar pukul 08.00 WIB, kondisi kaca pintu utama kantor MUI pecah dan berantakan, lalu kaca jendela aula dan jendela kaca di atas pintu pun kondisinya pecah. Hal itu diketehui, ketika salah seorang petugas kebersihan kantor MUI Lampung datang.

Akibat dari perusakan itu, MUI Lampung mengalami kerugian senilai Rp 7 juta.

Pihak MUI Lampung telah melaporka ke pihak kepolisian Polda Lampung. Petugas Inafis sudah melakukan olah TKP, dan dari lokasi TKP itu, sejumlah barang bukti diamankan.

Peristiwa perusakan  kantor MUI Lampung tersebut kini masih diselidiki pihak kepolisian. Sementara Kondisi kantor MUI Lampung kondusif, aktivitas berjalan normal seperti biasanya.

Kepala bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya kejadian pengerusakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) Kota Bandarlampung, pada Jumat (30/12/2022) kemarin.

“Ya benar, ada perusakan kantor MUI Lampung yang diduga dilakukan orang tak dikenal (OTK),”kata pandra, Sabtu (31/12/2022).

Pandra mengatakan, kasus perusakan tersebut, saat ini sedang ditangani oleh Direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Lampung.

“Mohon doanya, semoga cepat terungkap pelaku pengerusakan kantor MUI Lampung tersebut,”ujarnya.

Sementara Direktur reserse kriminal umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Reynold P Hutagalung mengatakan, pihaknya sudah ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis.

“Dari lokasi TKP, disita sejumlah barang bukti seperti batu, pecahan kaca dan lainnya,”kata dia.

Berdasarkan dari keterangan beberapa saksi, kata Reynold, peristiwa perusakan kantor MUI Lampung, awal diketahui oleh seoranv petugas kebersihan gedung bernama Sri Mulya pada Jumat pagi kemarin sekira pukul 08.30 WIB.

“Ketika itu, petugas kebersihan sudah mendapati pintu utama gedung kantor MUI Lampung sudah rusak. Selain itu, beberapa jendela kaca kantor juga kondisinya sudah pecah,”ungkapnya.

Dari lokasi itu, lanjut Reynold, ditemukan delapan bongkahan batu, yang diduga digunakan oleh pelaku untuk melakukan perusakan kantor MUI Lampung.

“Yang jelas, kasus tersebut masih kami lakukan penyelidikan. Ada beberapa barang bukti dan rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar gedung yang kami kumpulkan,” katanya.