Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kantor PT Coca Cola Indonesia di Kotabumi Diduga Belum Berizin

Kantor PT Coca Cola Indonesia di Kotabumi Diduga Belum Berizin

98
BERBAGI
Kantor PT Coca Cola Indonesia di Jl. Lintas Sumatera, Candimas, Kotabumi, Lampung Utara. (Teraslampung.com/Feaby)

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–Kantor cabang distributor PT. Coca Cola Indonesia di Jl.  Lintas Sumatera, Desa Candimas, Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) ditengarai belum mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Padahal, kantor distributor produk minuman ringan itu diduga telah beroperasi didaerah tersebut sejak dua tahun terakhir.

Kepala kantor cabang distributor Kotabumi, Sofian, mengakui bahwa kantor yang dipimpinnya belum memiliki izin resmi dari Pemkab. Namun demikian, dirinya berdalih jika izin yang diperlukan dimaksud tengah diurus oleh pimpinannya yang berada di Bandarlampug.

“Izinnya sedang diurus oleh pimpinan saya,” kata dia, belum lama ini.

Menurut dia,  kantor yang dipimpinnya hanya memiliki dua orang karyawan. Dimana kantor distributor ini bertugas untuk mengontrol atau mengawasi produk – produk minuman ringan yang beredar diwilayah Lampung Utara.

“Kami  hanya punya dua karyawan di sini,” tuturnya.

Sofian mengaku,  pihaknya pernah  ditegur langsung oleh Kantor Penanaman Modal dan Perizinan (KPMP) Lampura. Pihak KPMP mendesak agar pihaknya segera mengurus perizinan yang dibutuhkan.

“Teguran dari KPMP terkait izin ini sudah saya sampaikan kepada pimpinan. Saat ini, izin itu tengah diurus oleh atasan saya,” katanya.

Di tempat berbeda, Kepala Seksi Pemrosesan Perizinan KPMP Lampura, Duta Karya menyatakan bahwa hingga kini belum pernah ada permohonan perizinan yang berasal dari kantor distributor PT. Coca Cola perwakilan Kotabumi.

“Kami sudah sempat tegur mereka (distributor). Mereka janji akan segera melengkapi perizinan yang diharuskan,” urai dia melalui pesan singkat Blackberry (BBM), Minggu (30/11).

Duta mengaku heran pihak distributor dimaksud enggan mengurus perizinannya meski telah sempat mendapat teguran dari pihaknya.

“Kami  juga tidak  tahu kenapa kok mereka  belum mengurus izin. Padahal, proses perizinan itu sangat mudah dan cepat,” kata dia lagi.

Terkait membandelnya pihak distributor tersebut dalam melengkapi perizinan, pihaknya mengancam akan segera menutup sementara kantor dimaksud selama izinnya belum ada karena tidak mengindahkan teguran yang dilayangkan pihaknya.

“Secepatnya kami  akan minta Satuan Polisi Pamong Praja untuk segera menutup kantor itu kalau masih enggak mau melengkapi izinnya,” ancam dia