Kapal Pengangkut Pekerja Indonesia Tenggelam di Malaysia, 16 Orang Meninggal

  • Bagikan

TERASLAMPUNG.COM, KEPRI — Sebanyak 16 penumpang kapal “SB Pancung” asal Indonesia dengan tujuan Malaysia meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya kapal pengangkut pekerja migran Indonesia pada Rabu dini hari (15/12/2021)).

Sebelumnya, Kantor SAR Tanjungpinang pada Kamis (16/12/2021) merilis ada  lima penumpang kapal yang baru saja ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sehingga total penumpang yang meninggal menjadi 16 orang. Sedangkan penumpang selamat dan penumpang yang masih dalam pencarian masing-masing 22 orang.

Dirilis terasbatam.id — jaringan teraslampung.com di Batam — Kapal yang ditumpangi 60 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal karam setelah dihantam angin kencang dan gelombang besar di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggu, Johor Bahru, Malaysia pada Rabu (15/12/2021) dinihari.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang menerima informasi dari counterpart Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terus melakukan koordinasi dan menempatkan Kapal Negara (KN) Belut Laut-406 di perbatasan dalam rangka menunggu izin masuk jika diperlukan untuk membantu proses evakuasi.

Informasi insiden kapal karam tersebut diterima oleh Kolonel Bakamla Jan Lucky Boy, S.E.,M.Tr.Hanla., M.M., selaku Kepala Puskodal Bakamla. Dalam keterangannya, kapal membawa 60 TKI mengalami karam akibat cuaca buruk.

Hasil evakuasi yang dilakukan pihak APMM, 22 orang yang terdiri dari 20 laki-laki dan 2 peremuan dikabarkan selamat. Sementara, 11 orang yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 wanita ditemukan meninggal. Sedangkan sebanyak 22 orang masih dalam proses pencarian.

Atas dasar informasi yang diterima, Kolonel Bakamla Jan Lucky Boy langsung menyampaikan laporan kepada Kepala Bakamla Laksdya TNI Dr.Aan Kurnia melalui Sestama Bakamla Laksda TNI S Irawan, M.M. untuk mendapatkan petunjuk dan arahan lebih lanjut.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia memerintahkan Kepala Puskodal Bakamla dan Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma Bakamla Suwito untuk terus melaksanakan koordinasi dengan APMM guna mendapatkan perkembangan informasi lebih lanjut.

Secara terpisah, Laksma Bakamla Suwito membeberkan siap menggerakan unsur KN Belut Laut-406 untuk membantu pelaksanaan evakuasi korban. Dikatakannya, sehubungan wilayah kejadian berada di Malaysia, perlu koordinasi lebih lanjut kepada pemerintah Malaysia apabila unsur Bakamla masuk perairan Malaysia.

Kantor SAR Tanjungpinang melaporkan hasil koordinasi dan Pemantauan Dengan MRSC Johor Bahru Malaysia terkait insiden kapal karam tersebut diperoleh informasi terbaru telah ditemukan 5 orang korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, (16/12/2021) sehjingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.

DATA KORBAN :

Meninggal dunia    : 16 Org
Selamat        : 22 Org
Dalam Pencarian     : 22 Org

 

DATA KAPAL :

Nama    : SB Pancung
Jenis     : Fiber
Warna   : Kelabu
Panjang: 25 M

 

AKSI YG DILAKUKAN :

➡TW 1216 07.45 WIB Petugas Siaga Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melaks koordinasi bersama MRSC Johor Bahru bahwa pada H.2 telah menemukan kembali 5 Org Korban di Pesisir Pantai Tanjung Balau, Johor.

KOORDINASI UNSUR SAR  :

KanSAR Tj.pinang
MRSC Johor Bahru
Bakamla Batam
Polair Polda Kepri

ALUT  :

KM Tegas (Malaysia)
Petir 50 (Malaysia)
APMM AW 139 (Malaysia)

 

Sumber: TERASBATAM.ID

  • Bagikan