Kapal Survei China Bolak-Balik di Natuna Utara

  • Bagikan
Kapal Survei China
Kapal Survei China di perairan Natuna

TERASLAMPUNG.COM — Sejak akhir Agustus 2021 lalu, kapal survei dan penjaga pantai China terpantau lalu-lalang dekat pengeboran minyak lepas pantai di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Untuk mengantisipasi aktivitas itu, Badan Keamanan Laut dan TNI Angkatan Laut mengerahkan kapal untuk bersiaga di lokasi.

Seperti yang diberitakan oleh www.kompas.id pada 9 September 2021 lalu dengan judul “Kapal Survei China Lalu-lalang di Natuna Utara, Armada RI Siaga” merincikan bagaimana kapal survei China lalu lalang di Natuna Utara dan bagaimana aparat keamanan Indonesia seperti TNI Angkatan Laut dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) bersiaga di wilayah tersebut, tidak melakukan intercept namun sebatas membayangi dan memantau kegiatannya.

Kapal survei Haiyang Dizhi-10 berulang kali terpantau satelit melintas zig-zag di Laut Natuna Utara dengan dikawal sejumlah kapal penjaga pantai China. Kapal survei China, Haiyang Dizhi-10, terpantau lalu-lalang dekat pengeboran minyak lepas pantai di Natuna Utara. Sebelumnya, kapal serupa pernah membuat situasi kawasan memanas karena menggelar survei di ZEE Malaysia.

TNI AL menyiagakan KRI Bung Tomo untuk membayangi kapal China tersebut sebelum Kapal Induk milik Amerika Serikat tiba disana.

Ijin untuk survey oleh kapal Negara asing menjadi kewenangan Kementerian Pertahanan, namun terkait kapal survey china ini semua pihak di Jakarta tidak meresponsnya secara defensif.

Masuknya kapal survey China ke Natuna Utara ini merupakan peristiwa kedua kalinya pada tahun ini yang terpublikasi ke media, setelah sebelumnya pada Rabu (13/01/2021) Kapal Survei China Xiang Yang Hong 03 berhasil diintersep oleh Badan Keamanan Laut saat melintas di perairan Selat Sunda dengan mematikan Automatic Identification System (AIS).

Terkait dengan bolak-baliknya Kapal Survei China Haiyang Dizhi-10 di Laut Natuna Utara Juru Bicara Bakamla Wisnu Pramandita mengatakan pihaknya sempat memonitor keberadaan Haiyang Dizhi 10 pada 31 Agustus di dekat kilang minyak Blok Tuna Natuna, namun tidak ada laporan gangguan dan pelanggaran dari pelayaran tersebut.

“Secara pasti saya tidak tahu berapa lamanya. Tapi AIS (sistem identifikasi otomatis)-nya menyala dan bisa dipantau. Tidak ada laporan gangguan dari rig, mungkin mereka melintas biasa,” kata Wisnu kepada BenarNews. 

TERASBATAM.ID

  • Bagikan