Kapan Guru Paud Bisa Sejahtera?

  • Bagikan

Oleh: Iwan J Sastra

Tenaga pendidik (tendik) atau guru Pendidikan Anak Usia Dini  (Paud) keberadaanya sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan moral generasi penerus bangsa sejak usia dini. Tapi sayangnya, tidak sedikit kerja keras yang telah dilakukan para tendik Paud selama ini tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diperoleh. 
    
Seperti halnya yang dirasakan para guru Paud di Kabupaten Lampung Selatan. Betapa tidak, tendik paud di Lamsel ada yang hanya mendapatkan gaji sebesar Rp50 ribu perbulan, bahkan ada juga yang belum mendapatkan honor sama sekali. 
    
Berbeda dengan guru TK yang juga menjadi bagian dari PAUD, karena sebagian dari guru TK ini sudah ada yang PNS dan juga mendapatkan tunjangan sertifikasi.
    
Oleh karena itu, perhatian pemerintah daerah setempat sangat perlu supaya kinerja para tenaga pendidik Paud di kabupaten serambi Pulau Sumatera ini bisa terus bergairah dan pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan anak usia dini di Lamsel.
    
Selain itu, dengan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga pendidik Paud, tentu hal itu juga bisa menutupi kesenjangan sosial. Kita tahu, anak-anak yang masuk Paud Paud banyak dari kalangan masyarakat tidak mampu.
    
Diketahui, tenaga pendidik Paud di Lampung Selatan saat ini jumlahnya sudah mencapai 2.678 orang (data PNFI Diknas Lamsel, red) yang tersebar di tiap-tiap lembaga Paud di 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.
    
Sayangnya, pembagian dana insentif bagi ribuan tendik paud tersebut, hingga kini belum bisa dilakukan secara merata oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Lamsel, melalui Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI). Padahal, Pemkab Lamsel telah mengalokasikan dana untuk program Paud di kabupaten setempat sebesar Rp1,5 miliar pertahun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lamsel yang salah satunya adalah untuk membayar insentif para guru Paud sebesar Rp100 ribu per-bulan.
    
Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Lamsel Syamsiah, S.E. mengakui  anggaran APBD Lamsel yang dialokasikan untuk program PAUD jumlahnya mencapai Rp1,5 miliar pertahun. Namun menurutnya, anggaran tersebut untuk memenuhi berbagai macam kegiatan program PAUD. 
    
“Memang benar anggaran PAUD nominalnya mencapai Rp1,5 milyar. Akan tetapi itu untuk mendanai berbagai program kegiatan PAUD yang salah satunya adalah program insentif tendik PAUD sebesar Rp100 ribu perbulan untuk masing-masing tenaga pendidik,” ujar Syamsiah, kepada Teraslampung.com, saat ditemui diruangkerjanya, Senin (3/11).
    
Dia menuturkan, untuk menjalankan program insentif tendik paud tersebut, pihaknya memang belum bisa merealisasikannya secara merata. Artinya, dana insentif tersebut dibagikannya secara bergiliran dengan alasan dananya tidak mencukupi.
    
“Jika dana insentif harus dibayarkan ke seluruh tendik paud yang jumlahnya mencapai 2.678 orang, itu pastinya tidak akan mencukupi. Karena, anggaran paud sebesar 1,5 milyar dari APBD Lamsel, itu untuk mendanai berbagai macam program kegiatan dalam satu tahun,” terangnya.
    
Dijelaskannya, program pemberian insentif tendik PAUD sebesar Rp100 ribu perbulan untuk per-tendik paud untuk tahun 2014 ini, memang belum direalisasikan. Sebab, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah tendik paud yang akan direalisasikan dana insentifnya lebih awal. 
    
“Semua tendik paud pasti akan mendapatkan dana insentif tersebut setiap bulannya. Tapi memang, merealisasikanya secara bergilir. Sebab, banyak program kegiatan yang juga akan dibiayai menggunakan dana dari Rp1,5 miliar tersebut, seperti kegiatan bimbingan teknis, penguatan pendidikan, penguatan kurikulum, serta program kegiatan paud lainnya,” katanya.

  • Bagikan