Beranda Hukum Narkoba Kapolda Irjen Sudjarno: Bandar dan Pengedar Narkoba Jangan Coba-Coba Main Narkoba...

Kapolda Irjen Sudjarno: Bandar dan Pengedar Narkoba Jangan Coba-Coba Main Narkoba di Lampung

631
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno dan Wakapolda Brigjen Bonifasius Tampoi menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari tersangka bandar narkoba yang ditembak mati di Sumur Putri, Bandarlampung, Selasa dini hari lalu (7/3/2017).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno menegaskan, pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Lampung akan terus dilakukan dengan tindakan tegas dan terukur khususnya terhadap para bandar dan pengedar narkoba. Ia memberi peringatan keras kepada para bandar dan pengedar narkoba agar tidak ‘main’ narkoba di Lampung.

“Jangan coba-coba main narkoba di Lampung kalau tidak mau bernasib sama seperti tersangka Kojek ini, dan juga tersangka lainnya yang lebih dulu dilumpuhkan dengan tindakan tegas. Ini bagian salah satu memberikan pesan terhadap tersangka bandar dan pengedar narkoba,” kata Irjen Sudjarno, saat menggelar ekspos di RS Bhayangkara, Selasa (7/3/2015).

Dikatakannya, penangkapan bandar besar narkoba tersangka Ade Yunizar alias Kojek (40) di Jalan Saleh Raja Kususma Yuda, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 00.30 WIB. Selain ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 335 gram, ekstasi sebanyak 1.200 butir, senjata api rakitan jenis revolver dan barang bukti lainnya.

Saat akan ditangkap, tersangka Kojek melawan menembaki petugas, saat itu juga petugas melumpuhkan Kojek dengan timah panas. Tersangka tewas, setelah dua butir timah panas petugas bersarang di dadanya.

“Saya tidak akan bosan-bosan berdiri di kamar jenazah ini, petugas yang sudah melakukan tindakan tegas hasil pengungkapan kasus narkoba dan kejahatan lainnya yang sudah meresahkan masyarakat,”ungkapnya.

Sudjarno mengutarakan, tersangka bandar dan pengedar narkoba yang dilumpuhkan dengan timah panas, selain sudah membahayakan, juga melakukan perlawan ke petugas saat akan ditangkap. Pihaknya akan terus berupaya, memutus jaringan atau suplai naekoba dari bandar ke pengedar lalu ke pemakainya.

“Kalau bandarnya dihabisi, maka suplai narkoba dan pemakainya pun akan berkurang. Setelah itu, barulah bagaimana upaya pencegahan dan harus dilakukan rehabilitasi untuk para pemakainya,”terangnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, dirinya mengapresiasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dan Jajarannya, yang sudah melakukan upaya untuk menekan peredaran narkoba di Wilayah Lampung dengan memberikan tindakan tegas terhadap para bandar dan pengedar narkoba.

Selain itu juga, kata Sudjarno, dirinya meminta kepada petugas tidak hanya berhenti melakukan penyelidikan dan pengugkapan narkobanya saja. Tapi harus menindaklanjuti, dugaan aliran dana tersangka yang berasal dari menjual narkoba dengan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kami minta, petugas harus bisa menelusuri kemungkinan adanya TPPU itu dari hasil penjualan narkoba yang dilakukan tersangka bandar dan pengedar narkoba,”jelasnya.