Kapolda Lampung akan Pecat Oknum Polisi yang Merampok Mobil Mahasiswa

  • Bagikan
Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno berikan keterangan terkait oknum polisi terlibat perampokan mobil mahasiswa kepada awak media usai acara gelar vaksinasi “Akabri 1999 Peduli” di Universitas Malahayati, Bandarlampung, Rabu (20/10/2021).
Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno berikan keterangan terkait oknum polisi terlibat perampokan mobil mahasiswa kepada awak media usai acara gelar vaksinasi “Akabri 1999 Peduli” di Universitas Malahayati, Bandarlampung, Rabu (20/10/2021).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Oknum anggota polisi Polresta Bandarlampung, Bripka IS yang menjadi tersangka kasus perampokan mobil mahasiswa diproses sesuai hukum yang berlaku dan terancam dipecat.

BACA: Oknum Polisi dan ASN di Lampung Sekap dan Rampok Mobil Mahasiswa, Ini Kata Kapolda

Irjen Pol Hendro Sugiatno memastikan, oknom polisi Bripka IS, tersangka kasus perampokan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tidak ada itu saya pilih-pilih kasih. Yang jelas, tetap akan saya tindak. Oknum Bripka IS, saat ini masih dalam proses penyidikan dan pengembangan Satreskrim Polresta Bandarlampung,”kata Kapolda Lampung, saat menggelar konferensi pers, Rabu (20/10/2021).

Ancaman pidana bagi anggota yang terlibat perampokan, Irjen Pol Hendro Sugiatno menegaskan, tidak beda dengan masyarakat sipil terlibat pidana yakni maksimal 12 tahun penjara.

“Oknum polisi terlibat perampokan pasti dipidanakan, ancaman hukumannya 12 tahun penjara dan pasti akan saya pecat (PTDH),”jelasnya.

Jenderal bintang dua ini mewanti-wanti, agar setiap anggota kepolisian tidak melakukan tindak pidana maupun hal lain yang bertentangan dengan kode etik kepolisian.

“Kalau dia (oknum) bandar narkoba dan melawan, bila perlu dilakukan tindakan tegas saja,”kata dia.

Ia menambahkan, hingga saat ini, sudah ada 15 anggotanya yang dipecat secara tidak hormat (PTDH). Belasan anggota yang dipecat tersebut, terlibat tindak pidana dan pelanggaran kode etik kepolisian.

Salah satu kasus yang menonjol, yakni kasus perampokan kendaraan truk pengangkut kotoran sapi di Tanjungbintang, Lampung Selatan pada (30/11/2020) lalu. Dalam perkara tersebut, dua oknum anggota Polresta Bandarlampung, seorang pecatan Brimob dan honorer Dishub Kota Bandarlampung.

“Setiap anggota yang terlibat tindak pidana, pasti akan saya pecat. Jadi tidak ada pandang bulu atau keistimewaan, semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku,”tandasnya.

Diketahui, mahasiswa di Bandarlampung Guritno Tri Widianto (19), warga Bumi Jaya, Negara Batin, Way Kanan, Lampung dirampok saat sedang nongkrong bersama temannya Faisal Adrianto menggunakan mobil baru Toyota Yaris BE 1062 XX di Lapangan Enggal, Bandarlampung, Sabtu (9/10/2021). Mobil itu, baru dibeli tiga hari sebelumnya dari daealer.

Pada saat kejadiam, korban didatangi empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor. Salah satu pelaku, mengaku sebagai anggota polisi dan menuduh kedua korban terlibat kasus narkoba. Selanjutnya, keduanya dibawa masuk ke dalam mobil milik korban dan pelaku sempat menyekap korban dan menodongkan benda diduga senjata api (senpi).

Pelaku sempat menghubungi orangtua korban dan meminta uang Rp 10 juta, uang itu diminta pelaku untuk membebaskan korban. Dalam keadaan tangan terikat dan mata tertutup, kedua korban dibuang oleh paleku di daerah Bekri, Dusun IV, Serapit, Lampung Tengah. Korban ditemukan warga setempat, Minggu pagi (10/10/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

 

  • Bagikan