Beranda Hukum Kriminal Kapolda Lampung: Buru Kawanan Perampok, Melawan Tembak di Tempat

Kapolda Lampung: Buru Kawanan Perampok, Melawan Tembak di Tempat

1116
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo mengatakan, puluhan personel tim gabungan mulai hari ini (20/10/2017) sudah diberangkatkan untuk memburu para pelaku perampokan bersenjata api dan meresahkan masyarakat yang terjadi di beberapa daerah seperti Waykanan, Lampung Barat dan Lampung Tengah.

Selain para personel, Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung juga langsung diterjunkan untuk mencari dan menangkap para pelaku.

“Saya langsung perintahkan pejabat utama juga untuk terjun langsung ke lapangan menangkap para pelaku perampokan yang memiliki senjata api tersebut,”ujarnya saat diwawancarai usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Ikhlas Polda Lampung, Jumat (20/10/2017).

Dikatakannya, para pejabat utama yang diturunkan, merupakan pejabat yang berada di Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Intelkam Polda Lampung. Dimana pejabat tersebut, membackup Polres Jajaran yang dinilai belum dapat mengungkap aksi pelaku perampokan yang terjadi belakangan ini.

“Itu lihat sembari menunjuk anggota yang sedang apel persiapan, mereka sedang bersiap-siap untuk berangkat dan Wakapolda memberikan arahan kepada anggota sebelum menuju ke daerah yang ditentukan,”ungkapnya.

Menurutnya, ada sekitar 40 personil gabungan yang diterjunkan untuk menangkap para pelaku. Mereka terdiri dari tim Jatanras, Resmob dan Intelkam Polda Lampung. Selain itu juga, dari Satuan Brimob diterjunkan sekitar 30 personel.

Hingga saat ini, kata Suroso, para pelaku perampokan tersebut, masih berada di wilayah Lampung dan belum ditangkap. Namun, pihaknya mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku yang saat ini akan dilakukan pengejaran untuk segera ditangkap.

“Identitas pelakunya sudah diketahui, tapi tidak bisa kami ungkapkan. Yang jelas, sekarang ini masih dilakukan upaya pengejaran dulu. Nanti kalau sudah tertangkap, baru akan kita ekspos,”terangnya.

Ditegaskannya, dalam mengungkap pelaku perampokan tersebut, pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk tembak ditempat jika terjadi adanya perlawanan dari para pelaku. Akan tetapi, tembak ditempat itu harus sesuai prosedur yang ada.

“Kita lihat kan, perampok yang akan dikejar ini memiliki senjata api dan mereka juga berani menembak polisi. Maka anggota yang diterjunkan untuk memburu para pelaku, membawa senjata lengkap jika sewaktu-waktu ada perlawanan aktif dari mereka (pelaku),”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, komplotan perampok bersenjata api laras panjang dan pendek berjumlah delapan orang, menyatroni rumah Tukiran (45), warga Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, Kamis dinihari (19/10/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Setelah menganiaya korban hingga mengalami luka lebam diwajah, komplotan perampok tersebut menggasak uang senilai Rp 150 juta dan pershiasan emas seberat 70 gram.

Sebelumnya juga, terjadi perampokan di toko emas ‘Zam-Zam’ milik H. Imron (55) di Pasar Minggu, Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, pada Sabtu (14/10/2017) lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Dalam aksinya, pelaku menembak Imron, pemilik toko dibagian perutnya dan pelaku menggasak perhiasan emas seberat 400 gram dan uang tunai Rp 20 juta dari dalam toko milik korban.

Sementara aksi perampokan juga terjadi di Kampung Sri Kencono 1, Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, Selasa (29/8/2017) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Para pelaku tersebut, menembak mati Kasir Pabrik Tapioka, Sri Winarti alias Narti (43), tewas bersimbah darah dilokasi kejadian.

Selain menembak kepala Narti, kawanan perampok juga menembak suaminya, Sudarno alias Darno (45). Darno ditembak dilengan kanan dan nyawanya tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit di Kota Metro.

Selain melukai kedua korban pasutri tersebut, kawanan perampok sadis bersenjata api itu berhasil menggasak uang korban sebesar Rp 76 juta.