Kapolda Lampung Instruksikan Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba

  • Bagikan
Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno memberikan keterangan kepada para wartawan di Mapolda Lampung, Selasa (18/10/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno memerintahkan seluruh anggotanya, khususnya reserse, agar tidak perlu takut untuk bertindak tegas terhadap bandar, pengedar, atau jaringan narkoba yang melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Kalau ada pelaku seperti bandar, pengedar atau jaringan narkoba yang melawan saat ditangkap tembak mati saja. Tindakan tegas tersebut, harus tepat dan terukur. Jadi para serse gak usah takut dan lebay, saya selaku Kapolda yang tanggungjawab,”tegas Sudjarno, Rabu (16/11/2016).

Dikatakannya, dalam pengungkapan kasus pemberantasan narkoba, pihaknya tidak akan tebang pilih. Siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas. Termasuk jika ada oknum anggota polisi yang terlibat dalam jaringan narkoba, sanksi terberatnya berupa pemecatan.

“Untuk sanksi anggota polisi yang terlibat narkoba, saya sangat setuju sekali dengan cara yang dilakukan dengan TNI. Meski hanya pemakai, pecat dulu anggotanya setelah itu baru dilakukan rehab,”ungkapnya.

Namun, kata mantan Wakapolda Metro Jaya ini, bahwa dalam undang-undang disebutkan pengguna narkoba adalah korban. Oleh karena itu, jika ada anggota polisi sebagai pemakai, akan diberikan assesment untuk direhabilitasi. Tapi setelah rehabilitasi, jika anggota polisi itu masih menggunakan narkoba. Pihaknya tidak akan mentolerirnya, langsung akan dilakukan pemecatan.

“Ya kalu sudah direhab tapi masih pakai juga, berarti polisi itu memang maunya seperti itu main narkoba. Jadi pecat itulah yang lebih tepat, baru proses hukumnya,”jelasnya.

Sudjarno juga menyinggung, terkait dengan penangkapan pelaku pengedar narkoba yang dilakukan Polres Lampung Selatan. Menurutnya, ada dua pelaku yang ditangkap dan satu pelaku lagi kabur. Meskinya, pelaku pengedar tersebut ditembak mati saja.

“Apalagi barang bukti narkoba yang disita dari para pelaku itu, tidaklah sedikit hingga 18 Kg sabu-sabu ditaksir mencapai Rp 18 miliar dan ribuan butir ekstasi,”ucapnya.

Menurutnya, begitu juga dengan pelaku tindak kejahatan seperti curat,curas dan curanmor bahwa pelaku melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan. Meskinya pelaku seperti itu tembak mati saja, tidak usah diberikan tembakan di kaki karena sudah membahayakan.

“Kalau ada anggota yang berani melakukan tindakan tegas hal tersebut, justru akan saya berikan penghargaan,”pungkasnya.

  • Bagikan