Beranda Hukum Narkoba Kapolda Lampung: Sebulan tak Ungkap Kasus, Kasat Narkoba akan Dicopot

Kapolda Lampung: Sebulan tak Ungkap Kasus, Kasat Narkoba akan Dicopot

285
BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG –Kapolda Lampung, Brigjen Sudjarno menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, untuk meningkatkan dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya masing-masing. Pemberantasan narkoba tersebut, yakni dengan cara melakukan pengungkapan kasus sebanyak-banyaknya.

Dikatakannya, pengungkapan peredaran narkoba, memang sudah menjadi target utamanya. Selain itu juga, sudah menjadi komitmen bersama baik Polri, TNI dan seluruh instansi terkait lainnya dalam pemberantasan peredaran narkoba.

“Kalau Mabes Polri dilihat bagaimana kinerja Direktur Narkobanya, tapi untuk Polda dilihat bagaimana kinerja dari Kasat narkobanya,”ujar Sudjarno saat pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Lampung, Rabu (16/11/2016).

Jenderal Bintang Satu ini menegaskan, untuk seluruh Kasat Reserse Narkoba yang tidak melakukan pengungkapan kasus narkoba selama satu bulan, dirinya akan diberikan sanksi tegas. Jika tidak mampu mengungkap kasus itu dalam satu bulan, pasti ada penyebabnya. Pertama karena tidak bekerja sama sekali, banyak diam di kantor dan di rumah. Lalu yang kedua, disinyalir ada anggotanya terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Kalau Kasat narkoba tidak mampu ungkap kasus setiap bulan, sanksi tegasnya akan saya copot dari jabatannya. Dalam hal ini, saya selaku pimpinan tidak akan main-main memberikan sanksi,”tegasnya.

Menurutnya, karena hal tersebut menunjukkan, berarti Kasat narkoba bukan bagian daripada penegakan peredaran narkoba.

“Saya ingin justru harus banyak tangkapan, kalau banyak tangkapan berarti Kasatnya bekerja melakukan pengungkapan,”jelasnya.

Dikatakannya, narkoba sekarang tidak bisa ditutup-tutupi, jika hasil tangkapan itu banyak berarti di Lampung memang ada. Daripada tidak pernah ada penangkapan, tapi kenyataannya dibelakang peredaran justru sangat luar biasa.

“Jadi lebih baik ditangkap, bukan hanya bandar, pengedar atau kurirnya saja, pemakainya pun harus ditangkap. Karena ini juga, bagian daripada sok terapi untuk semua yang terlibat dalam peredaran narkoba,”pungkasnya.