Beranda Hukum Kapolda Lampung: Sidang Perkara Dugaan Suap Bupati Mustafa Tetap Digelar di Jakarta

Kapolda Lampung: Sidang Perkara Dugaan Suap Bupati Mustafa Tetap Digelar di Jakarta

618
BERBAGI
Kapolda Lampung Irjen Suntana

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TULANGBAWANG-Terkait rekomendasi persidangkan Mustafa, Calon Gubernur (Cagub) Lampung nomor urut 4, dalam perkara dugaan suap proses peminjaman daerah untuk PABD Lampung Tengah dari PT SMI senilai Rp 300 miliar yang saat ini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kapolda lampung, Irjen Pol Suntana menegaskan, bahwa rekomendasi persidangan terhadap Mustafa terkait kasus dugaan korupsi tetap akan dilaksanakan di Jakarta.

“Ya sesuai dengan rekomendasi, bahwa sidangnya tetap dilakukan di Jakarta,”ungkapnya saat ditemui usai melakukan pemusnahan miras serta menghadiri Tabligh Akbar peringatan Isra’ Mi’raj di Mapolres Tulangbawang, Jumat 20 April 2018.

Saat disinggung mengenai adanya surat permintaan dari istri Mustafa, yakni Nessy Kalviya yang mana isi didalam surat tersebut meminta agar proses sidang terhadap suaminya digelar di Lampung. Irjen Pol Suntana mengatakan, adanya beberapa pertimbangan berbagai kondisi, sehingga penetapan lokasi persidangan tetap dilakukan di Jakarta.

“Pertimbangan secara kamtibmas, sehingga situasi kondusif yang sudah terjaga selama dalam proses pelaksanaan Pilkada sekarang ini harus tetap dipertahankan,”terangnya.

Menurutnya, sebelum mengambil keputusan, pihaknya sudah terlebih dulu melakukan diskusi dengan berbagai pihak. Yakni Pj Gubernur Lampung, Kepala Pengadilan Tinggi, Kajati Lampung serta beberapa tokoh masyarakat, terkait dengan situasi yang ada sekarang ini.

“Jadi sebelum mengambil keputusan saya sudah berdiskusi dulu, tujuan kita tidak lain hanya menjaga agar situasi tetap kondusif itu saja,”pungkasnya.

Diketahui, sebelum dibawa hingga akhirnya ditahan oleh penyidik KPK dalam kasus dugaan suap, Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Lampung berpasangan dengan Ahmad Jajuli yang diusung oleh koalisi Partai NasDem, PKS dan Hanura, sempat mengikuti serangkaian kegiatan dalam gelar apel pasukan pengamanan Pilkada serentak 2018 di lapangan Korem 043/Gatam, pada Kamis pagi 15 Februari 2018 lalu.

Bahkan Ketua DPW partai NasDem Lampung tersebut, sempat menggelar konferensi pers di rumah pemenangan di Bandarlampung. Dalam kesempatan itu, Mustafa mengatakan, bahwa dirinya tidaklah tertangkap tangan oleh KPK seperti yang diberitakan. Bahkan Mustafa juga membantah, tidak terlibat dalam kasus dugaan suap tersebut.

Selanjutnya, taklama berselang menggelar konferensi pers, Mustafa dijemput oleh penyidik KPK dan diback-up Polda Lampung di rumahnya di Bandarlampung, pada Kamis malam 15 Februari 2018. Lalu Mustafa dibawa penyidik KPK menuju gedung KPK di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa selama kurang lebih 4 jam Jumat dinihari 16 Februari 2018, Mustafa akhirnya resmi ditahan oleh penyidik KPK.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat dan swasta di Lampung Tengah dan Jakarta. Dalam operasi itu, KPK menjaring 19 orang terkait dugaan kasus suap dalam proses peminjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah dari PT sarana Multi Insfrastruktur (PT SMI) senilai Rp 300 miliar.

Dalam perkara dugaan suap tersebut, KPK telah menetepkan tiga orang sebagai tersangka yakni Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga; anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto dan Kepala Dinas Bina marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.