Beranda News Nusantara Kapolda Sulsel: Dunia Belajar Penggulangan Terorisme di Indonesia

Kapolda Sulsel: Dunia Belajar Penggulangan Terorisme di Indonesia

54
BERBAGI
Kapolda Sulsel Irjen Hamidin
Kapolda Sulsel Irjen Hamidin

TERASLAMPUNG.COM, GOWA — Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol  Hamidin mengatakan, penanganan kasus terorisme di Indonesia dianggap paling efektif oleh negara-negara di dunia. Negara lain yang  belajar menangangi terorisme di Indonesia melalui BNPT adalah Kazakhstan.

“Metode yang digunakan Indonesia lewat BNPT dalam penanggulangan terorisme adalah pendekatan lunak, pendekatan inilah oleh Negara-negara tersebut minta diajarkan dan diimplementasikan dalam menjaga keamanan negaranya,” kata Irjen Hamidin saat membuka acara “Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Harmoni Kebangsaan”, di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, 28 Agustus 2019,

Acara tersebut dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan.

Mantan Deputi Kerjasama Internasional BNPT itu mengatakan,  hanya BNPT di dunia ini yang bisa membangun rekonsiliasi antara mantan narapidana terorisme dengan korban terorisme.

“Dan inilah yang menjadi kekaguman Negara-negara di dunia terhadap Indonesia dalam penanggulangan terorisme. Narapidana terorisme yang telah menjalani proses hukum dikembalikan dalam masyarakat untuk menjalani proses kehidupan secara normal sama dengan masyarakat pada umumnya, tentu dengan pembinaan oleh BNPT,” katanya.

Menurutnya, penanganan paham radikalisme dan terorisme yang terukur membuat posisi Indonesia sebagai salah satu Negara paling aman di dunia.

“Hal tersebut didasarkan oleh hasil penelitian Gallup Global Law and Order yang mempatkan Indonesia pada posisi ke-9 setelah Canada, Switzerland, Hong Kong, Uzbekistan, Finland, Iceland. Norway dan yang ke-1 ditempati oleh Singapura,” kata dia.

Menurut Hamidin, hal itu pulalah yang membuat Indonesia berkesempatan menjadi anggota tetap PBB. Selain itu, didukung oleh index persepsi masyarakat yang menempatkan Polri & TNI pada posisi satu dan dua setelah KPK menempati posisi yang pertama.

Loading...